12 Nakes RSUD Cilacap Dipastikan Bukan Terpapar Covid-19 Varian India

0
81
Bupati Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah Farid Ma'ruf dalam kegiatan penyerahan mobil ambulance dan refigerator kepada Dinkes Cilacap
image_pdfimage_print

CILACAP – Berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari Batlingbakes Jakarta, 12 Nakes yang terkena Covid-19 saat merawat 13 ABK asal Filipina dinyatakan bukan terpapar Covid-19 Varian India B.1617.2.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada saat acara penyerahan bantuan Covid-19 oleh Pemkab Cilacap, berupa 3 mobil ambulance dan 43 refigerator vaksin untuk Puskesmas di Kabupaten Cilacap. Acara penyerahan digelar pada Senin (31/5) di halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti.

“Setelah mengirim sampel darah dan dilakukan pemeriksaan WGS terhadap 12 Nakes, alhamdulillah hasilnya bukan varian B.1617.2 atau bukan Covid-19 varian India. Jadi ternyata bisa dilokalisir yang terpapar varian india hanya 13 ABK asal Filipina tersebut saja,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik karena Pemkab Cilacap telah melakukan segala upaya agar tidak terjadi penyebaran penularan untuk Covid-19 varian India.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Pramesti Griana Dewi mengatakan hingga saat ini ABK asal Filipina yang masih dirawat di RSUD Cilacap sebanyak 4 orang.

“Kondisinya sudah bagus tinggal menunggu evaluasi PCR yang terakhir. Sudah di swab 1 kali dan hasilnya negatif, nanti akan di swab 1 kali lagi jika hasilnya juga negatif maka akan dipulangkan ke negara asalnya,” ucapnya.

Terkait dengan bantuan berupa 3 mobil ambulance dari Pemkab Cilacap, nantinya mobil ambulance tersebut akan dipergunakan sebagai ambulance vaksin Covid-19 di Puskesmas Kesugihan I, Puskesmas Sampang, dan Puskesmas Cilacap Tengah II. Sedangkan untuk 43 alat refigerator akan diberikan secara merata kepada 38 Puskesmas di Kabupaten Cilacap.

“Nantinya dengan bantuan berupa mobil ambulance dan refigerator ini pasti akan sangat membantu terutama rerigerator karena setiap puskesmas membutuhkan refigerator dengan standar yang sudah baik agar kualitas daripada vaksin tersebut tetap terjaga,” ungkap Kepala Dinkes.

Kepala Dinkes juga mengatakan bahwa dari 120 ribu dosis vaksin yang telah di distribusikan ke Cilacap, sudah tersuntikkan sekitar 100 ribu dosis dan terus berjalan. Dikarenakan laju vaksin cukup tinggi, Pemerintah memberikan 45 ribu dosis vaksin tambahan untuk Kabupaten Cilacap yang nantinya akan dijadwalkan untuk diberikan kepada lansia dan pra-lansia.

Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma’ruf juga menghimbau agar warga Cilacap sebisa mungkin mengadakan kegiatan tetap berada di dalam Kabupaten Cilacap seperti misal outdoor atau outbound agar dianjurkan untuk memilih daerah di dalam lingkungan Kabupaten Cilacap.

“Di Jambusari atau di kawasan Teluk Penyu juga terdapat fasilitas outbond. Sehingga dirasa tidak perlu keluar daerah. Cukup di Cilacap saja sudah bisa melakukan kegiatan tersebut dan juga untuk meminimalisir bepergian keluar daerah,” ucapnya. (hen)