Masjid Agung Darussalam Gelar Sholat Jum’at

0
83
Bupati Tatto Suwarto Pamuji dicek suhu dengan tehrmogun oleh petugas Masjid Agung Darussalam sebelum memasuki masjid.
image_pdfimage_print

CILACAP – Masjid Agung Darussalam telah mengadakan kegiatan sholat Jum’at kembali pada 12 Juni 2020. Sejak pemerintah menyatakan pandemi Covid-19 pada awal Maret 2020, praktis kegiatan sholat Jum’at ditiadakan. Hal ini sesuai ketentuan pemerintah yang melarang kegiatan dengan melibatkan orang banyak.

Namun seiring dengan dinamika yang terjadi, kini kegiatan sholat Jum’at sudah bisa dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji usai melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Agung Darussalam bersama Forkopimda dan jamaah lainnya. “Atas keputusan bersama Forkopimda dan kantor Kementerian Agama juga dengan Dewan Masjid, sholat Jum’at bersama dengan protokol kesehatan bisa berjalan lancar,” kata Bupati.

Dalam pelaksanaannya, setiap jamaah yang akan mengikuti sholat Jum’at diwajibkan untuk membawa sajadah, diukur suhu tubuhnya, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang sudah disediakan oleh pengurus masjid. Untuk shaf diatur sedemikian rupa dengan jarak aman antar jamaah.

Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap menyatakan bahwa kegiatan sholat Jum’at sudah bisa dilaksanakan diseluruh wilayah Kabupaten Cilacap secara selektif dengan tetap mematuhi ketentuan yang ada.

“(Sholat Jum’at) ini berjalan bukan hanya di Masjid Agung Darussalam ini, tetapi di masjid-masjid setiap kecamatan di seluruh wilayah sudah berjalan dengan protokol kesehatan,” tambah Bupati.

Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf usai melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Agung Darussalam mengapresiasi protokol kesehatan yang diterapkan oleh pengurus masjid. “Semoga ini menjadi contoh bagi masjid-masjid di tempat yang lain,” kata Farid.

Dengan kembalinya aktivitas sosial masyarakat ini Farid berharap hal tersebut menciptakan cluster baru, dimana ada warga masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Karena sebelumnya juga sudah mulai dibuka obyek wisata dan pasar tradisional juga modern.

“Saya tidak ingin ujicoba new normal ini menjadi cluster yang baru, baik di tempat ibadah, pasar, mal dan sebagainya,” harapnya.

Jamaah Masjid Agung Darussalam sudah menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar jamaah.

Evaluasi Rekomendasi

Sholat Jum’at di masjid bisa dilaksanakan jika masjid tersebut mendapat rekomendasi dari gugus tugas baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Namun rekomendasi tersebut juga bisa dicabut jika masjid mengabaikan atau melanggar protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Nantinya ada evaluasi rekomendasi dari Bupati dan Camat. Kalau memang itu bagus, dilanjut. Kalau tidak memenuhi protokol kesehatan bisa juga dicabut,” tambah Farid.