Ditengah Pandemi Covid-19, Cilacap Mampu Pertahankan Ketahanan Pangan

0
112
Mentan Syahrul Yasin Limpo (baju hitam) dan Bupati Tatto Suwarto Pamuji (baju biru) mencoba alat panen mekanik di desa Sidaurip Kecamatan Gandurngmangu.
image_pdfimage_print

CILACAP – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo berkesempatan untuk melakukan panen padi menggunakan mesin di desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu pada hari Sabtu (13/6). Selain itu Mentan juga menyaksikan penggunaan mesin tanam padi.

Kunjungan Mentan dalam rangka Gerakan Percepatan Olah Tanam Padi Musim Tanam II Tahun 2020 di Kabupaten Cilacap. Turut hadir pada kesempatan tersebut jajaran Kementerian Pertanian pusat dan daerah, perwakilan Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Cilacap, jajaran perbankan, kelompok tani dan undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan bahwa Kecamatan Gandrungmangu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Cilacap yang mendukung swasembada pangan.

“Ini merupakan potensi yang sangat besar apabila dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak saja bagi peningkatan produksi pertanian, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan para petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Cilacap pada umumnya,” kata Bupati.

Dengan potensi pertanian yang besar ini Kabupaten Cilacap mampu mencapai surplus dari tahun ke tahun. Hal ini tentunya didukung dengan upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian, penerapan panca usaha tani dan penggunaan mekanisasi alat pertanian dengan baik dan benar.

“Para petani di desa Sidaurip sudah terbiasa dengan mekanisasi pertanian, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan sampai dengan panen,” tambah Bupati.

Pada kesempatan tersebut diserahkan juga sejumlah bantuan dari Kementerian Pertanian, diantaranya dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian serta bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari beberapa bank. Selain itu diserahkan pula polis dan klaim Asuransi Usaha Tani Padi.

Mentan dalam arahannya mengapresiasi kelompok tani di Kabupaten Cilacap khususnya di desa Sidaurip, karena ditengah pandemi Covid-19 bisa mempertahankan ketahanan pangan. “Kehadiran kita di Cilacap untuk mengatakan, Cilacap InsyaAllah mampu menghadapi semua tantangan, termasuk corona (Covid-19) yang ada,” kata Mentan.

Menurut Mentan, Cilacap mampu sebagai barometer keberhasilan ketahanan pangan di Jawa Tengah, Jawa, bahkan nasional. Untuk itu Kementan ingin memastikan stok pangan cukup untuk kebutuhan nasional. “Kita mempersiapkan stok pangan yang cukup bagi kebutuhan kita semua di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa pada umumnya,” jelas Mentan Syahrul.

Untuk itu Cilacap sebagai lumbung pangan harus didorong secara maksimal. “Tentu saja kita berharap supaya produktifitasnya jauh lebih tinggi, oleh karena itu segala intervensi kekuatan pertanian pada pra musim tanam dan pelaksanaan harus dikondisikan,” tambah Mentan.

Pada musim tanam dua ini, menurut Mentan tergolong kering, namun di Sidaurip masih banyak air dan ini cukup menggembirakan. “Air masih cukup banyak, oleh karena itu percepatannya harus dilaksanakan secara maksimal. Kita berharap tidak hanya Cilacap, tetapi semua kabupaten yang ada di Jawa Tengah bahkan seluruh Indonesia turut melakukan percepatan tanam” pungkasnya.