Pemkab Cilacap dan SBI Tandatangani Kerjasama Pengelolaan Sampah dan SDM

0
123
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri menandatangani kerjasama pengelolaan sampah dan pengembangan sumber daya manusia antara Pemkab Cilacap dan PT SBI disaksikan oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan sejumlah pejabat Pemkab Cilacap.
image_pdfimage_print

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk akhirnya menyepakati kerjasama dalam peningkatan pengelolaan sampah dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Cilacap. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh keduabelah pihak pada hari Jum’at (19/6) di ruang Gadri Pemkab Cilacap.

Penandatanganan dilaksanakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri dan Direktur Manufaktur PT SBI Lilik Unggul Raharjo. Turut hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut Wakil Bupati (Wabup) Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf, para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap dan jajaran PT SBI Tbk.

Dalam sambutannya Lilik mengatakan bahwa pihaknya turut bangga dengan adanya fasilitas pengolahan sampah yang dimiliki oleh Pemkab Cilacap, yaitu RDF (Refuse Derived Fuel). Karena dari proses awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut, pihaknya selaku dilibatkan. “Kita turut dalam feasibility study, kemudian design sampai ke detailnya,” kata Lilik.

Dia berharap RDF akan menjawab persoalan sampah di Kabupaten Cilacap sekaligus pemanfaatan produknya. ”Dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini, mudah-mudahan operasi kedepannya dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Cilacap akan tertangani dengan baik. Sampah yang ada bisa kita kelola menjadi bahan bakar yang digunakan di pabrik semen,” lanjut  Lilik.

Selain menjadi yang pertama di Indonesia, RDF juga sebagai solusi lingkungan dan sosial dari masalah persampahan. “Kita juga mempunyai tujuan yang mulia yaitu bagaimana menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus masalah sosial,” tambah Lilik.

Senada dengan Lilik, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman juga berharap, penandatanganan kerjasama ini akan menjadi penyelesaian alternatif masalah sampah di Kabupaten Cilacap. “Ini adalah sebuah harapan besar karena memang kita butuh solusi pengelolaan sampah dibawah teknologi. Caranya adalah RDF, ketika ada yang bisa menjadi sarana alternatif dalam penyelesaian masalah sampah,” ujar Wabup Syamsul.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, dengan jumlah sampah yang semakin meningkat dan kebutuhan lahan yang semakin tinggi tentu tidak mudah untuk mengelolanya, karena dampak yang ditimbulkan dengan adanya sarana pengolahan sampah. Untuk itu perlu pendekatan teknologi.

“Ketika ada pendekatan teknologi, otomatis sampah akan terolah. Alhamdulillah kita menggandeng mitra PT SBI yang akan memanfaatkan olahan sampah dengan teknologi RDF. Jadi nanti tingkat pemanfaatan lahan dari olahan sampah akan semakin menipis sehingga kebutuhan lahan juga semakin menipis, sehingga pengadaannya juga semakin sedikit. Juga dinamika dampak sosial akan terkurangi,” jelas Wabup.

Kerjasama pengelolaan RDF menjadi solusi dampak lingkungan dan sosial dari masalah sampah di Kabupaten Cilacap.