Wabup Apresiasi Dapur Umum Cilacap

0
132
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Racman ketika memberikan sambutan pada penutupan dapur umum Cilacap.
image_pdfimage_print

CILACAP – Berawal dari keprihatinan akan kondisi masyarakat yang terdampak secara ekonomi dari pandemi covid-19, sejumlah pihak dan komunitas bahu-membahu dengan cara bergotong royong membentuk dapur umum Cilacap. Dengan adanya dapur umum, mereka bisa memberikan bantuan makanan dalam bentuk nasi box untuk warga terdampak khususnya kaum dhuafa, pekerja harian dan pedagang kecil.

Menurut ketua panitia Dapur Umum Cilacap Posko Siaga Pangan Covid-19 Zanu Anshari Nurahman, seiring membaiknya kondisi dilapangan, dimana tatanan kenormalan baru akan diterapkan, maka dapur umum juga akan dihentikan kegiatannya. Penutupan dapur umum dilaksanakan pada hari Rabu (1/7) di pusat kegiatan dapur umum jalan Sulawesi, Cilacap.

“Melihat situasi dan kondisi yang sudah kembali normal, dan pusat keramaian sudah mulai dibuka, aktivitas masyarakat sudah mulai membaik, perekonomian sudah bangkit kembali maka dapur umum Cilacap sudah diujung tugasnya,” kata Zanu.

Dalam kurun waktu 2 bulan, dapur umum Cilacap telah membantu masyarakat terdampak ekonomi akibat pandemi covid-19. “Sebanyak 25.330 nasi box telah kita distribusikan kepada masyarakat terdampak covid-19,” lanjut Zanu.

Zanu berharap dengan selesainya dapur umum ini masih bisa terjalin sinergi dari semua pihak untuk tetap semangat dalam membantu dan memberi manfaat untuk sesama.

Turut hadir dalam penutupan dapur umum Cilacap Wakil Bupati (Wabup) Syamsul Auliya Rachman. Wabup Syamsul mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh panitia dan komunitas dalam perannya membantu masyarakat terdampak ekonomi akibat pandemi covid-19 di Kabupaten Cilacap.

“Tidak ada kata lain kecuali terimakasih kepada dapur umum Cilacap yang telah membantu pemenuhan pangan bagi warga terdampak covid-19. Semoga pihak-pihak yang ikut membantu diberi kemurahan rejeki dan diberi limpahan balasan dari Allah SWT,” kata Wabup.

Wabup berharap walaupun dapur umum telah ditutup tetapi semangat yang telah terbangun tidak berhenti begitu saja. “Semangat untuk berbagi dan berkegiatan sosial jangan pernah ditutup,” pungkasnya.