Adaptasi New Normal, SDN ini Siapkan Tablet Pembelajaran untuk Siswa

0
459
Tablet pembelajaran siswa di rumah
image_pdfimage_print

CILACAP – Tahun ajaran baru 2020-2021 akan dimulai pada Senin (13/7) serentak di Indonesia. Cilacap termasuk 21 kabupaten yang masuk zona kuning/oranye sehingga proses pembelajaran dibatasi pesertanya (dipadu) dengan pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan pembelajaran yang dipadu jarak jauh disikapi oleh SDN Babakan 01 Kawunganten dengan beberapa langkah menarik kolaborasi sekolah, guru, orangtua dan sumberdaya yang ada untuk membantu keterbatasan dari siswa dan orangtua.

Mengemas ulang materi pembelajaran

Hal pertama yang dilakukan oleh guru saat libur pergantian tahun ajaran baru adalah memetakan kembali kurikulum. Mengemasnya dalam bentuk yang lebih sederhana, kontekstual serta bermakna. Yang terpenting adalah cocok dilakukan oleh siswa dengan cara belajar dari rumah.

Ragam materi dan tema dari kelas I – VI juga telah kemas dalam bentuk video dan lembar kerja sederhana, penugasan yang dijadikan portofolio, dan beberapa penyesuaian agar pembelajaran bisa berbasis terknologi. Mudah dikoordinasikan untuk siswa yang memiliki akses handphone (dalam jaringan) maupun yang diluar jaringan.

Petakan kondisi siswa dan orangtua

Proses pemetaan kondisi sosial lingkungan siswa dilakukan secara manual dan daring. Pemetaan ini dilakukan untuk melihat kemungkinan pola pembelajaran terbaik yang bisa dilakukan bersama. Baik antara guru dan orangtua, maupun guru dan siswa.

Salah satu hasil pemetaan ini adalah sejumlah 80 siswa dari total 120 siswa memiliki keterbatasan memiliki keterbatasan untuk mengakses pembelajaran dalam bentuk daring. Setelah dikelompokkan menurut lokasi rumah dan potensi belajar siswa, dibutuhkan sarana pembelajaran sejumlah 19 buah.

Sediakan tablet

Menyikapi hasil pemetaan tersebut. SDN Babakan 01 Kawunganten kemudian menyiapkan tablet untuk pembelajaran siswa tersebut di rumah.

Tablet tersebut sejumlah 19 unit dan akan dipinjamkan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 yang tidak memiliki gawai. Meskipun dalam jumlah terbatas, peminjaman tablet akan sangat membantu siswa dalam menghadapi belajar dari rumah.

“Tablet ini diperoleh dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi. Dikarenakan sekolah kami termasuk wilayah terjauh dan terpencil,” kata Kiryanto, selaku Kepala SDN Babakan 01.

Kiryanto menjelaskan, teknis pengelolaan belajar dari rumah, akan dibimbing oleh salah guru kelas VI Eko Jatmiko, yang juga Fasilitator Daerah Program PINTAR Tanoto Foundation.

Teknis penggunaan

Teknis penggunaan tablet ini adalah luar jaringan (luring). Hal ini mempertimbangkan letak geografis dan kemampuan orangtua siswa.

“Kami akan membuat kelompok belajar untuk anak-anak yang tidak mempunyai gawai. Tiga hari sekali, guru akan berkeliling, yaitu hari Rabu dan Sabtu untuk mengisi video pembelajaran dari laptop ke gawai menggunakan kabel data,” kata Eko yang telah dibekali tentang bagaimana pembelajaran jarak jauh dilakukan agar lebih optimal oleh Tanoto Foundation.

Untuk siswa yang memiliki gawai, guru akan mendatangi rumah satu persatu. Sedangkan yang tidak memiliki gawai, dibuat kelompok tiga sampai lima anak. Kelompok inilah yang dipinjami tablet. Proses ini dilakukan dengan tetap meperhatikan protokol kesehatan dan protokol Pedagogi.

Video pembelajaran ini telah disiapkan.  Dari tema I hingga V semester 1, untuk tiap kelas. Disamping membuat sendiri, video-video pembelajaran ini juga dikembangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap melalui KKG Guru SD ditiap Kecamatan.

Semoga belajar dari rumah dapat maksimal, meskipun menggunakan luar jaringan dan siswa bisa beradaptasi ditengah pandemi covid 19 saat ini.