Menko Maritim dan Investasi Resmikan RDF

0
98
Penekanan tombol sirene oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menandai peresmian RDF.
image_pdfimage_print

CILACAP – Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi telah diresmikan penggunaannya oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan pada hari Selasa (21/7).

Fasilitas yang terletak di TPS Jeruklegi tersebut nantinya mampu mengolah sampah sebanyak 120 ton per hari dengan briket yang dihasilkan mencapai 30-40 ribu ton. Selain mengurangi penumpukan sampah, RDF juga disebut mampu mengurangi emisi gas buang dan metana hingga 19.000 ton.

“RDF  bisa menjadi salah satu solusi persoalan sampah di berbagai daerah. Sampah-sampah di RDF nantinya akan diolah menjadi briket alternatif bahan bakar pengganti batu bara,” kata   Menko Luhut.

RDF mampu mengolah sampah sebanyak 120 ton per hari dengan briket yang dihasilkan mencapai 30-40 ribu ton.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penerapan teknologi RDF merupakan upaya untuk meningkatkan pengelolaan persampahan di Indonesia. RDF di Kabupaten Cilacap dijadikan pilot project dan bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah di Indonesia yang selama ini masih menjadi permasalahan.

“Harus ada terobosan dalam pengelolaan sampah sehingga dapat mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten kepada tempat pemrosesan akhir sampah, dimana sampai saat ini keberadaannya selalu menjadi masalah, baik lingkungan maupun sosial. Semoga teknologi yang dibangun di Cilacap ini selanjutnya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya” ujar Menko Luhut.

Acara dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikananan Edhy Prabowo, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, jajaran PUPR dan sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Yang Pertama

Fasilitas RDF di Cilacap adalah yang pertama di Indonesia. Pembangunannya merupakan kerjasama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPUR) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kedutaan Besar Denmark – DANIDA, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia (dahulu PT. Holcim) dengan nilai investasi total sebesar Rp 90 miliar.

Fasilitas pengolahan sampah tersebut dioperasikan Pemerintah Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) yang akan mengolah 120 ton sampah per hari menjadi kurang lebih 50 ton RDF yang kemudian akan diumpankan ke kiln semen PT SBI sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Direktur Manufaktur PT SBI Lilik Unggul Raharjo ketika memberikan penjelasan tentang fasilitas RDF kepada Menko Luhut dan undangan lainnya.