613 mahasiswa Unsoed Purwokerto, laksanakan KKN di Kabupaten Cilacap

0
544
Wabup Syamsul ketika memberikan sambutan dihadapan Mahasiswa Unsoed
image_pdfimage_print

HUMAS CILACAP. Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menerima mahasiswa peserta KKN Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, di pendopo Kecamatan Sampang, Kamis (19/07). Penyerahan mahasiswa peserta KKN dilakukan oleh Rektor Unsoed, Prof, DR. Ir. Suwarto, MS, yang diterima oleh Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Menurut Rektor Unsoed Purwokerto, Prof, DR. Ir. Suwarto, MS, mahasiswa Unsoed Purwokerto yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata/KKN di Kabupaten Cilacap berjumlah 613 orang. Mereka melaksanakan KKN selama 35 hari, mulai dari 19 Juli hingga 22 Agustus 2018 mendatang.

Dalam KKN yang bertemakan pemberdayaan masyarakat, lanjut Rektor, sejumlah 613 mahasiswa Unsoed tersebut, akan terjun ke 58 desa di enam kecamatan yakni Maos, Kesugihan, Adipala, Binangun, Bantarsari dan Kecamatan Gandrungmangu.

Para mahasiswa Unsoed dalam pelaksanaan KKN 2018, akan berkiprah pada kegiatan yang berfokus di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian dan pemberdayaan lingkungan yang muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ujar Rektor Suwarto.

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dihadapan mahasiswa Unsoed menyampaikan, terima kasih dan menyambut baik serta memberikan  apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap Civitas Akademika  Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang  telah kembali memilih Kabupaten Cilacap sebagai salah satu tempat untuk melaksanakan KKN bagi mahasiswanya.

KKN dari berbagai Perguruan Tinggi yang ditempatkan di Kabupaten Cilacap, termasuk dari  Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ini, menurut Wabup, tentunya merupakan kegiatan strategis bagi Pemerintah dan masyarakat  Kabupaten Cilacap.

Dengan kemampuan intelektualitasnya para mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai masalah yang timbul di lokasi KKN, untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi serta masukan bagi Pemerintah Daerah, dalam perencanaan dan pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat di lokasi KKN kedepan.

Pembangunan pendidikan, lanjut Wabup, memiliki nilai strategis dan penting, dalam upaya  peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan pendidikan diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus manusia yang memiliki kualitas keimanan dan ketaqwaan yang tinggi terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta manusia yang memiliki unggah-ungguh atau budaya santun yang baik. (hromly)