Bupati : Jangan Sepelekan dan Anggap Remeh Covid-19

CILACAP – Menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah sangat berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan terkait dengan kegiatan belajar tatap muka bagi anak usia sekolah. Pondok pesantren (Ponpes) yang merupakan tatanan pendidikan berasrama sangat potensial untuk terjadinya penularan Covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengambil tindakan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya ketika membuka acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Pada Pondok Pesantren di Kabupaten Cilacap.

Acara yang mengundang sejumlah pengasuh ponpes di Kabupaten Cilacap tersebut dilaksanakan di Aula Diklat pada hari Kamis (22/10). Hadir pada acara tersebut Kapolres AKBP Derry Agung Wijaya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Wasi Ariyadi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Pramesti Griana Dewi dan para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap.

“Dalam persiapan penerapan adaptasi kebiasaan baru, pemerintah telah mengeluarkan keputusan bersama empat menteri. Kebijakan tersebut mengatur tentang protokol kesehatan yang harus diterapkan di pesantren apabila menerapkan kegiatan pembelajaran tatap muka,” kata Bupati.

Saat ini sudah ada kluster ponpes di Kabupaten Cilacap. Untuk itu pengasuh ponpes harus mengetahui dan memahami ketentuan utama dan protokol kesehatan yang dijalankan oleh semua kategori pesantren. Ketentuan utama ini berlaku dalam pembelajaran pada masa pandemi corona, baik di lembaga pendidikan keagamaan yang berasrama maupun tidak.

“Ada empat ketentuan utama, yakni membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan, aman dari Covid-19 yang dibuktikan oleh surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 atau pemerintah daerah setempat. Selain itu pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik dalam kondisi sehat dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat,” tambah Bupati.

Bagi pesantren yang sudah atau akan melaksanakan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi, pimpinan pesantren harus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan, atau dinas kesehatan setempat.

Sosialisasi dihadiri para pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Cilacap.

Upayakan Daring

Bupati juga mengingatkan bagi pesantren yang belum menggelar pembelajaran tatap muka pada masa pandemi, diharuskan memberlakukan ketentuan, diantaranya pembelajaran secara daring.

“Pimpinan pesantren mengupayakan seoptimal mungkin pembelajaran secara daring, selain itu memberikan petunjuk untuk penerapan protokol kesehatan di rumah, koordinasi dengan gugus tugas daerah dan dinas kesehatan setempat untuk memastikan keadaan asrama memenuhi standar protokol kesehatan,” jelas Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya mengetahui gejala yang timbul pada orang yang terkena Covid-19. Untuk itu penerapan protokol kesehatan jangan sampai diabaikan.

“Saya mengajak agar kita taat dan patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19. Jangan menyepelekan dan menganggap remeh, agar penyebaran covid-19 bisa kita cegah terutama di lingkungan pesantren,” pungkasnya.




TMMD Sengkuyung Persempit Kesenjangan Antar Wilayah

CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menandatangani dan menerima hasil TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2020. Penyerahan berlangsung di pendopo balai desa Karangjengkol kecamatan Kesugihan pada hari Rabu (21/10) oleh Kasdim 0703 Cilacap Mayor (Inf) Abdul Azis Lalo kepada Bupati.

Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Forkopimda, jajaran TNI-Polri, institusi BUMN, BUMD, swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.

Menurut Kasdim 0703 dalam sambutannya, hasil TMMD meliputi kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik yaitu pembangunan jalan makadam, MCK dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Pembangunan makadam volume 700 meter, pemasangan bronjong 66 meter, MCK dua unit dan RTLH 33 unit dengan hasil 100%,” kata Mayor (Inf) Abdul Aziz Lalo.

TMMD dimulai sejak tanggal 22 September hingga 21 Oktober 2020. Untuk kegiatan non fisik belum bisa dilaksanakan secara maksimal dikarenakan pandemi Covid-19.

Pemkab Cilacap mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan pada kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III ini dan berharap sinergi yang terjalin akan semakin ditingkatkan untuk kemajuan Kabupaten Cilacap

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cilacap saya sampaikan terima kasih kepada TNI/POLRI dan masyarakat yang penuh semangat membangun daerahnya. Hal ini sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam menggali dan mengelola potensi desa agar makin maju dan sejahtera,” kata Bupati dalam sambutannya.

Lebih lanjut Bupati menyampikan hasil TMMD telah membuka akses antar wilayah sehingga memperlancar arus perekonomian. “Hasil TMMD telah mampu membuka daerah terisolir dan mempersempit kesenjangan antar wilayah, sehingga makin membuka akses transportasi dan komunikasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan roda perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Bupati.

Pada kesempatan tersebut turut diserahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat desa Karangjengkol, diantaranya sound system untuk mushola, timbangan injak, handy talky, bibit pohon dan Kartu Identitas Anak.




24 Pelanggar Perda Nomor 5 Tahun 2020 Jalani Sidang Secara Virtual

CILACAP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap kembali menggelar persidangan para pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit di Kabupaten Cilacap.
Sidang berlangsung secara virtual di Pengadilan Negeri Cilacap dan gedung Sumekar Setda Cilacap pada hari Senin (19/10). Sebanyak 24 pelanggar menjalani sidang secara tertib dan kondusif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Persidangan ini merupakan tindak lanjut dari operasi penegakan Perda yang diadakan pada tanggal 13 sampai dengan 17 Oktober 2020. Para pelaku melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2020 pasal 6 huruf e angka 1 yang menyebutkan bahwa “memakai masker apabila beraktivitas di luar atau di dalam ruangan publik”.

24 pelanggar menjalani sidang secara tertib dan kondusif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dalam pernyataannya, Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap Yuliaman Sutrisno menjelaskan bahwa denda yang dikenakan kepada pelanggar akan disetorkan ke Kas Daerah.
“Sesuai dengan sanksi pidana pada pasal 30 ayat 2 Perda Nomor 5 tahun 2020 bahwa pelanggar akan dikenai denda maksimal Rp 50 ribu rupiah atau pidana kurungan 3 bulan. Dari 24 pelanggar Perda yang disidangkan hari ini, hakim memutuskan denda masing-masing sebanyak Rp 24 ribu ditambah biaya perkara Rp 1.000. Total Rp 600 ribu akan disetorkan ke Kas Daerah,” kata Kasatpol PP Yuliaman.

Persidangan melibatkan 4 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), 2 orang saksi, 3 petugas pemberkasan, 1 orang unsur Kejaksaan, dan 6 petugas pelaksanaan.




Forkopimda dan Elemen Masyarakat Tandatangani Nota Kesepakatan Ciptakan Situasi Aman, Damai dan Kondusif

CILACAP – Sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnya rakyat Indonesia tidak melupakan sejarah dan perjuangan para pendahulu. Para pendiri bangsa dari beragam latar belakang bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan dalam satu kesatuan Negara Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cilacap dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rakor dihadiri oleh para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan Ormas/LSM, dan akademisi. Kegiatan diselenggarakan di pendopo Wijayakusuma Cakti pada Senin (19/10).

“Menengok sejarah bangsa ini, dimana dulu para pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan dari tahun 1908, 1928 sampai 1945. Kita mempunyai banyak kepulauan, etnis, agama, dan bahasa semua berikrar saya bangsa Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia. Berbahasa satu bahasa Indonesia,” kata Bupati.

Rakor Forkopimda dihadiri oleh para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan Ormas/LSM, dan akademisi.

Dari perjalanan sejarah tersebut rakyat Indonesia mengetahui bahwa keberagaman itulah yang membentuk Indonesia menjadi bangsa yang besar. Tentunya hal tersebut harus dijaga dengan memperkuat persatuan dan kesatuan oleh seluruh elemen bangsa.

“Kita terlanjur menjadi bangsa Indonesia, yang tentunya penuh dengan keanekaragaman. Pembangunan yang dijalankan selama ini jangan sampai rusak oleh kepentingan-kepentingan segelintir pihak yang anarkis,” lanjut Bupati.

Untuk itu Bupati mengajak semua elemen masyarakat untuk menyatukan langkah dalam rangka menciptakan kondusivitas di wilayah Kabupaten Cilacap. Utamanya dalam menghadapi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul berkenaan dengan tindakan aksi anarkis.

Pada kesempatan tersebut dibacakan deklarasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif dari tindakan anarkis oleh ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap KH. Achmad Shoim El Amin,Lc dan penandatanganan nota kesepakatan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap KH. Achmad Shoim El Amin,Lc ketika membacakan deklarasi.




HUT Ke-35 Perumdam Tirta Wijaya, Sekda Harapkan Perusahaan Menjadi Rumah Kedua Pegawai

CILACAP – Angka 35 jika dianalogikan dengan umur manusia, masuk dalam usia produktif. Diusianya yang ke-35, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Wijaya Cilacap diharapkan mampu memaksimalkan potensinya dalam melayani masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf ketika menjadi pembina apel pagi di halaman kantor Perumdam Tirta Wijaya, Kamis (15/10). Apel pagi dikaitkan dengan ulang tahun ke-35 Perumdam Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap.

Hadir pada apel pagi tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Wasi Ariyadi, Kepala Bagian Perekonomian Setda Arida Puji Hastuti dan jajaran pimpinan Perumdam Tirta Wijaya.

“Hari ini Perumdam Tirta Wijaya berulang tahun yang ke-35. Kalau kita umpamakan dengan umur manusia itu sedang bagus-bagusnya. Tenaga, kreativitas, dan inovasinya. Sehingga saya berharap umur 35 ini Perumdam Tirta Wijaya mampu melayani masyarakat dengan baik,” kata Sekda Farid.

Dalam hal hubungan perusahaan dengan pegawai, Sekda berharap agar Perumdam bisa menjadi rumah kedua bagi pegawai. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai memperlakukan perusahaan layaknya mengurus rumah sendiri.

“Perumdam adalah rumah anda yang kedua setelah rumah anda sendiri. Buatlah suasana nyaman dan membetahkan di perusahaan. Perawatan rumah pertama harus sama dengan rumah kedua. Harus saling menghargai di posisi masing-masing,” tambah Sekda.

Sekda juga mengingatkan kepada para pegawai akan tujuan didirikannya Perumdam, salah satunya adalah melayani masyarakat. Untuk itu pelayanan yang optimal mutlak diberikan kepada masyarakat.

“Salah satu indikator pelayanan yang baik adalah minimnya aduan dari masyarakat. Untuk itu evaluasi perlu dilaksanakan secara terus menerus,” kata Sekda.

Pada apel pagi tersebut turut diserahkan Petikan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Pegawai periode Oktober tahun 2020 kepada 21 pegawai. Selain itu diserahkan pula bantuan pemasangan instalasi air minum kepada tempat ibadah dilingkungan kantor Perumdam Tirta Wijaya.

Penyerahan potongan tumpeng dari Sekretari Daerah Farid Ma’ruf (kanan) kepada Direktur Utama Perumdam Tirta Wijaya Cilacap Bambang Yulianto.




SLCN 2020, Wabup : Jadilah Nelayan Yang Menyesuaikan Alam

CILACAP – Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap. Pembukaan SLCN dilaksanakan di gedung Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap pada Selasa (13/10).

Hadir pada kegiatan tersebut anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti, Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah David Ishaq Aryadi, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, anggota DPRD Kabupaten Cilacap, para pejabat Pemkab, Kepala PPSC, BASARNAS dan HNSI Cilacap.

Dalam laporannya, Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Taruna Mona Rachman, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada para penyuluh dan nelayan dalam memahami cuaca.

“Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada penyuluh, petugas dinas maupun kelompok nelayan dalam memahami informasi iklim cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,” kata Taruna.

Dengan adanya informasi yang bisa dipahami, diharapkan nelayan mampu mengantisipasi cuaca ekstrim dan tepat dalam menentukan waktu melaut dengan baik.

“Informasi yang dikeluarkan oleh BMKG semestinya bisa dipahami oleh seluruh sektor, termasuk perikanan, kelautan. Baik untuk mengantisipasi cuaca ekstrim maupun mendorong potensi perikanan di wilayah Indonesia,” tambahnya.

SLCN diikuti oleh 4 orang penyuluh dari Dinas Perikanan, 2 orang penyuluh Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) dan 19 orang anggota kelompok nelayan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 13 hingga 15 Oktober 2020.

Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman dalam keterangannya sangat mendukung kegiatan ini karena bisa memberikan pengetahuan khususnya bagi penyuluh dan nelayan.

“Pemerintah daerah sebagai penerima manfaat dari kegiatan yang sangat luar biasa ini. Tentunya akan memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi penyuluh dan nelayan,” kata Wabip.

Kepada nelayan Wabup berpesan untuk bisa menyesuaikan dengan alam. “Jadilah nelayan yang menyesuaikan alam, jangan alam yang menyesuaikan keinginan nelayan. Jika mampu menyesuaikan dengan alam niscaya akan selamat dan hasilnyapun berlimpah,” tambah Wabup.




Jalan Palil Desa Ciwuni Wujud Pembangunan Kerakyatan

CILACAP – Akses jalan di wilayah Desa Ciwuni Kecamatan Kesugihan kini semakin mudah dengan selesainya pengaspalan jalan Palil. Jalan tersebut diaspal secara swadaya dan dibantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Peresmian dilakukan oleh Bupati Cilacap pada Sabtu (10/10).

Turut hadir pada peresmian tersebut anggota DPRD Sindy Syakir, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Teti Rohatiningsih, para kepala OPD, Forkopincam, para kepala desa di kecamatan Kesugihan dan masyarakat.

Sebelum peresmian, Bupati berkesempatan untuk meninjau pelaksanaan kerja bakti masyarakat di sepanjang jalan Palil. Dalam sambutannya Bupati berharap agar adanya jalan Palil ini dapat melancarkan arus lalulintas dan aktivitas penunjang perekonomian masyarakat.

“Pembangunan jalan ini tentunya menunjang kelancaran lalulintas serta berbagai aktivitas warga masyarakat Desa Ciwuni, sehingga diharapkan akan semakin memperlancar kegiatan perekonomian yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa sudah sewajarnya apabila pembangunan infrastuktur pendukung lancarnya kegiatan perekonomian memang perlu dilakukan secara terus menerus, terpadu dan berkesinambungan. Pembangunan ini melibatkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun swasta serta menjadi prioritas utama dalam rencana strategis dan kebijakan pembangunan di Kabupaten Cilacap.

“Salah satu wujud upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cilacap adalah melalui kebijakan Bangga Mbangun Desa. Bangga Mbangun Desa merupakan konsep pembangunan kerakyatan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat, dan memprioritaskan wilayah pedesaan sebagai sasaran utamanya,” tambah Bupati.

Apresiasi diberikan Bupati kepada masyarakat Desa Ciwuni karena kebijakan tersebut direspon positif. Untuk itu sudah selayaknya kebijakan Bangga Mbangun Desa ini untuk diteruskan menuju Kabupaten Cilacap yang sejahtera secara merata.

Menurut Camat Kesugihan Basuki Priyo Nugroho, jalan Palil dibangun dengan dana swadaya dan bantuan Pemprov Jawa Tengah.

“Volumenya 700 x 2,5 meter, dibangun dengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp 20 juta dan bantuan Pemprov Jawa Tengah tahun 2020 sebesar Rp 200 juta,” kata Camat Basuki.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng. Selain itu diserahkan pula sejumlah bantuan kepada kelompok tani di wilayah Kecamatan kesugihan serta santunan.




Pembentukan Tim Penindakan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian

CILACAP – Untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyebaran virus Corona (Covid-19) serta upaya pencegahan dan pengendalian secara masif bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap membentuk Tim Penindakan Satgas Penanganan Covid-19  Kabupaten Cilacap.

Tim tersebut dilaunching pada hari Kamis (8/10) dalam suatu apel bersama di halaman pendopo Wijayakusuma Cakti. Bertindak sebagai pembina apel Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda, para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap dan unsur TNI-Polri.

Pembentukan Satgas ini tertuang dalam Keputusan Bupati Cilacap Nomor 360/698/39/Tahun 2020 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Cilacap. Dengan terbitnya Keputusan Bupati ini maka Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dinyatakan tidak berlaku lagi sehingga tugas dan fungsinya akan dilaksanakan oleh Satgas. Keputusan tersebut berlaku efektif pada 30 September 2020 sesuai ketetapan.

Bupati berharap kepada semua anggota tim satgas untuk mencurahkan segala kemampuan agar pandemi covid 19 bisa dikendalikan tingkat penyebarannya dengan penanganan yang lebih baik.

“Saya sangat berharap kepada seluruh Tim Penindakan pada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap untuk terus bahu membahu dan bergotong royong mencurahkan segenap upaya serta terobosan yang efektif dalam mengendalikan tingkat penyebaran Covid-19 ini,” kata Bupati dalam sambutannya.

Penyiraman air kendi pada kendaraan operasional tim oleh Bupati Cilacap.

Pemecahan kendi menandai launching Tim Penindakan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap.

Launching ditandai dengan penyiraman air kendi pada kendaraan operasional tim dan pemecahan kendi. Selanjutnya dilakukan peninjauan sarana dan prasarana tim oleh Bupati dan Forkopimda. Pada peninjauan tersebut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yuliaman Sutrisno menjelaskan tentang teknis penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan dan sanksi-sanksinya sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit di Kabupaten Cilacap.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yuliaman Sutrisno ketika memberikan penjelasan kepada Bupati dan Forkopimda tentang teknis penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan.




Pengadegan Kini Miliki Pendopo Balai Desa dan Embung Pendukung Pertanian

CILACAP – Desa Pengadegan di Kecamatan Majenang kini memiliki pendopo balai desa yang representatif. Peresmian balai desa tersebut dilakukan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji pada hari Jum’at (2/10).

Acara dilaksanakan bersamaan dengan peresmian embung Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Usaha Tani Makmur. Turut hadir pada acara tersebut anggota DPRD Helmi Bustomi, Ketua TP PKK Teti Rohatiningsih, para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap, Forkopincam dan para Kepala Desa di Kecamatan Majenang.

Dalam sambutannya, Bupati Cilacap mengharapkan agar dengan diresmikannya pendopo balai desa Pengadegan ini akan semakin meningkatkan kinerja pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Adanya pendopo balai desa yang baru ini semoga semakin membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik. Apalagi di era reformasi seperti sekarang ini, masyarakat semakin dinamis dan kritis dalam mengaspirasikan berbagai tuntutan terkait kualitas pelayanan pemerintah desa,” kata Bupati.

Terkait embung yang kini dimiliki oleh P3A Usaha Tani Makmur, Bupati berharap agar keberadaannya dapat mencukupi kebutuhan akan sumber air untuk kegiatan pertanian.

“Adanya embung akan membantu ketersediaan air yang mendukung pertanian di desa Pengadegan, hal ini tentunya akan meningkatkan hasil pertanian serta kesejahteraan petani. Jika ini tercapai, maka ketahanan pangan akan bisa dipertahankan,” jelas Bupati.

Kepala Dinas Pertanian Supriyanto, dalam penjelasannya mengatakan bahwa embung yang dibangun dengan dana APBN ini hanya akan digunakan untuk pertanian saja, namun kedepan tidak tertutup kemungkinan untuk hal lain.

“(Embung) bukan untuk air minum, hanya pertanian. Namun jika untuk wisata, nanti bisa diarahkan kesana,” jelasnya.

Peresmian pendopo balai desa dan embung ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati dan pemotongan tumpeng.

Pada kesempatan tersebut turut diserahkan pula penghargaan kepada kelompok tani dan petugas pendamping berprestasi tanaman pangan tahun 2020, bantuan untuk pondok pesantren Matlabul  Anwar desa Salebu dan thermogun untuk rumah ibadah.

Penyerahan penghargaan kepada kelompok tani dan petugas pendamping berprestasi tanaman pangan tahun 2020.

Bupati menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Desa Pengadegan Toto Sugianto.




47 Peserta Ikuti Pembinaan Tilawatil Qur’an

CILACAP – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah memilih Kabupaten Cilacap sebagai salah satu dari tujuh Kabupaten/Kota sebagai tujuan safari pembinaan tilawatil Qur’an. Pembinaan berupa pelatihan tilawatil Qur’an ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas penguasaan tilawah bagi para qari/qariah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi di ajang MTQ baik tingkat provinsi maupun nasional.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf ketika membuka kegiatan Safari Pembinaan Tilawatil Qur’an di Kabupaten Cilacap. Pembukaan dilaksanakan di ruang Jalabhumi Pemkab Cilacap pada hari Kamis (1/10).

Menurut Farid Ma’ruf, kegiatan ini sangat penting dan strategis sebagai sarana menumbuh kembangkan semangat dan minat baca Al-Quran.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan isi kandungan Al-Quran, untuk dijadikan pegangan dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sekaligus mempersiapkan generasi qur’ani yang berkemampuan menerapkan gerakan dakwah Islam rahmatan lil’alamin,” kata Farid Ma’ruf.

Selain itu, kegiatan ini sekaligus sebagai ajang seleksi dalam mencari bibit-bibit qori dan qoriah yang terbaik di Kabupaten Cilacap. Salah satu bahkan akan mengikuti MTQ Nasional.

“Kita patut bersyukur, karena salah satu putra terbaik Kabupaten Cilacap yaitu Ananda Nauval Zaenal Adzkiya di tahun 2019 telah berhasil meraih juara 1 tingkat Jawa Tengah kategori tilawah remaja putra, dan Insyaallah akan mengikuti MTQ Nasional XXVIII tahun 2020 di Sumatera Barat,” tambah Farid.

Ananda Nauval Zaenal Adzkiya, juara 1 tingkat Jawa Tengah kategori tilawah remaja putra tahun 2019.

Lebih lanjut Farid Ma’ruf berharap agar qori/qoriah yang mengikuti pembinaan tilawatil Qur’an ini agar termotivasi untuk mensyiarkan dan mengajarkan membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.

“Saya berharap agar kegiatan pelatihan MTQ ini bukan hanya sebagai kegiatan rutin, namun yang lebih penting adalah menjadikan MTQ sebagai motivasi bagi umat Islam Kabupaten Cilacap untuk membumikan Al Quran dalam dunia nyata, menjadikannya sebagai pedoman dalam menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis,” lanjut Farid Ma’ruf.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh 47 peserta, dengan rincian 30 peserta tilawah, 11 peserta tahfidz dan 6 peserta tafsir. Pembukaan dihadiri oleh Ketua LPTQ Provinsi Provinsi Jawa Tengah Ahyani, Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Cilacap Wasi Ariyadi, perwakilan Kantor Kementerian Agama, Baznas, dan ketua Ikatan Persaudaraan Qari Qariah Hafiz Hafizah (IPQAH) Kabupaten Cilacap KH. Zaenal Arifin.

Pelatihan diikuti oleh 30 peserta tilawah, 11 peserta tahfidz dan 6 peserta tafsir.