Bupati : Jangan Sepelekan dan Anggap Remeh Covid-19

0
66
Bupati dan Kapolres serta para pejabat pada acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Pada Pondok Pesantren di Kabupaten Cilacap.
image_pdfimage_print

CILACAP – Menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah sangat berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan terkait dengan kegiatan belajar tatap muka bagi anak usia sekolah. Pondok pesantren (Ponpes) yang merupakan tatanan pendidikan berasrama sangat potensial untuk terjadinya penularan Covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengambil tindakan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya ketika membuka acara Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Pada Pondok Pesantren di Kabupaten Cilacap.

Acara yang mengundang sejumlah pengasuh ponpes di Kabupaten Cilacap tersebut dilaksanakan di Aula Diklat pada hari Kamis (22/10). Hadir pada acara tersebut Kapolres AKBP Derry Agung Wijaya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Wasi Ariyadi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Pramesti Griana Dewi dan para pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap.

“Dalam persiapan penerapan adaptasi kebiasaan baru, pemerintah telah mengeluarkan keputusan bersama empat menteri. Kebijakan tersebut mengatur tentang protokol kesehatan yang harus diterapkan di pesantren apabila menerapkan kegiatan pembelajaran tatap muka,” kata Bupati.

Saat ini sudah ada kluster ponpes di Kabupaten Cilacap. Untuk itu pengasuh ponpes harus mengetahui dan memahami ketentuan utama dan protokol kesehatan yang dijalankan oleh semua kategori pesantren. Ketentuan utama ini berlaku dalam pembelajaran pada masa pandemi corona, baik di lembaga pendidikan keagamaan yang berasrama maupun tidak.

“Ada empat ketentuan utama, yakni membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, memiliki fasilitas yang memenuhi protokol kesehatan, aman dari Covid-19 yang dibuktikan oleh surat keterangan dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 atau pemerintah daerah setempat. Selain itu pimpinan, pengelola, pendidik, dan peserta didik dalam kondisi sehat dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat,” tambah Bupati.

Bagi pesantren yang sudah atau akan melaksanakan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi, pimpinan pesantren harus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan, atau dinas kesehatan setempat.

Sosialisasi dihadiri para pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Cilacap.

Upayakan Daring

Bupati juga mengingatkan bagi pesantren yang belum menggelar pembelajaran tatap muka pada masa pandemi, diharuskan memberlakukan ketentuan, diantaranya pembelajaran secara daring.

“Pimpinan pesantren mengupayakan seoptimal mungkin pembelajaran secara daring, selain itu memberikan petunjuk untuk penerapan protokol kesehatan di rumah, koordinasi dengan gugus tugas daerah dan dinas kesehatan setempat untuk memastikan keadaan asrama memenuhi standar protokol kesehatan,” jelas Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya mengetahui gejala yang timbul pada orang yang terkena Covid-19. Untuk itu penerapan protokol kesehatan jangan sampai diabaikan.

“Saya mengajak agar kita taat dan patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19. Jangan menyepelekan dan menganggap remeh, agar penyebaran covid-19 bisa kita cegah terutama di lingkungan pesantren,” pungkasnya.