Gebrak Gotong Royong 2019 Bupati Laksanakan Rehab Rumah Tidak Layak Huni

CILACAP-Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Jumat (11/04) pagi bersama dengan masyarakat Keluruhan Mertasinga Cilacap Utara melakukan Gerakan Bersama Rakyat/Gebrak gotong royong.

Gebrak gotong royong yang dilaksanakan di Dusun Lengkong di hadiri oleh para kepala OPD di kabupaten Cilacap, perwakilan PT. Solusi Bangun Indonesia, Direktur Bank Jateng Cabang Cilacap serta diikuti ratusan warga masyarakat. Bupati Bersama-sama warga masyarakat melakukan gotong royong membersihkan jalan dan lingkungan sekitar Dusun dan rehab rumah tidak layak huni.

Menurut Kepala Dispermades Kabupaten Cilacap Achmad Arifin selaku penyelenggara, kegiatan gebrak gotong royong masyarakat desa/keluruhan merupakan pelaksanaan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Desa/Kelurahan tingkat Kabupaten Cilacap tahun 2019.

Gebrak gotong royong bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa Indonesia, meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan. Sekaligus untuk meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan.

Menurut Bupati, adanya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mendukung pembangunan melalui gotong royong ini, tentunya sangat sejalan dengan kebijakan Bangga Mbangun Desa.

Hal semacam ini akan terus didorong, guna menumbuhkan partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan segenap potensi yang ada di desa dan di kota, bupati juga mengajak agar selain masyarakat peran serta pihak – pihak swasta dapat di ikutkan dalam kegiatan ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, ujar Bupati.

Pada kesempatan yang sama Bupati Cilacap menyerahkan bantuan rehab rumah tidak layak huni, bantuan dari PT. Solusi Banguan Indonesia sebanyak 10 unit rumah. Bupati juga berkesempatan untuk meninjau dan bersama masyarakat bergotong royong dalam pelaksanaan rehab rumah tidak layak huni.




Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lakukan Resik Pantai Teluk Penyu Bersama Pekerja Pertamina RU IV Cilacap

Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lakukan Resik Pantai Bersama  Pekerja Pertamina RU IV Cilacap

Menteri lingkungan hidup dan kehutanan Siti Nurbaya selasa (5/3) mengunjungi Kabupaten Cilacap,  kedatangan menteri lingkungan hidup di Cilacap di sambut oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan GM PT. Pertamina RU IV Cilacap di Bandara Tunggul Wulung.

Maksud kunjungan Menteri lingkungan hidup dan kehutanan ke kabupaten Cilacap adalah untuk meresmikan Pembangkit listrik tenaga surya system on grid yaitu E-Mas Bayu (energy mandiri tenaga surya dan angin) selain itu juga di resmikan E-Mbak Mina (Energi Mandiri Tambak Ikan) di Kecanatan Kampung Laut.

Sebelum melakukan perismian dan peninjauan lokasi program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina di laksanakan pencetakan Rekor MURI oleh PT Pertamina ada tiga rekor yang di cetak  yang antara lain senam  berbusana APD (alat pelindung diri) peserta terbanyak, Kilang dengan rumah terbanyak menggunakan pembangkit listrik tenaga surya, serta pembagian botol minum dan sedotan pakai ulang terbanyak.

Dalam laporannya Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif menyampaikan Program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina, adalah program yang memanfaatkan sumber daya alam melalui teknologi hybrid one pole (HEOP) yang merupakan perpaduan antara panel surya dan kincir angin. Program E-Mas Bayu telah menghasilkan 180 kw/bulan serta menyumbang penurunan emisi sebesar 1.1 ton eq.CO2/Bulan. Selain itu pemanfaatan Program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina mampu mengaliri 37 rumah dengan energi baru terbarukan. Program ini juga mampu membentuk kelompok baru Pengelola PLTH dengan kemampuan pengelolaan listrik. Selain itu Program E-Mbak Mina telah menghasilkan produk yang unik dan belum ada di koperasi – koperasi dan pusat oleh – oleh cilacap serta pemanfaatan sisa hasil pengolahan tambak menjadi produk bernilai ekonomis

Dalam rangka membangun energi bersih yang berwawasan lingkungan, Pertamina RU IV juga telah menjalankan program Kolak Sekancil (Konservasi Laguna Kawasan Segara Anakan) Kampung Laut. Pertamina RU IV bekerjasama dengan kelompok masyarakat Krida Wana Lestari Dusun Lempong Pucung telah menanam 1.236.200 pohon mangrove sejak 10 tahun belakangan ini. Lanjut Budi.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan selamat atas di resmikan program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina sebagai program unggulan proper pertamina RU IV Cilacap, dan ber harap Proper Emas dapat di raih Oleh Pertamina RU IV Cilacap. Bupati juga berharap keberhasilan yang di lakukan PT. Pertamina RU IV Cilacap dapat di tiru oleh perusahaan-perusahaan lain.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan banyak terimakasih kepada PT. Pertamina yang telah meluncurkan program – program yang berwawasan lingkungan dan senantiasa ramah dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup.

Sebelum meninjau program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina di Kecanatan Kampung Laut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Dirjen pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan (PPKL) M.R Karliansyah, Bupati Cilacap Tatto suwarto pamuji dan jajaran manajement PT. Pertamina beserta karyawan melaksanakan bersih-bersih pantai Teluk Penyu.




Bupati terima para pengurus dan anggota KOC

HUMAS CILACAP. Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji menerima audiensi para pengurus Komunitas Otomotif Cilacap/KOC, di ruang Gadri pendopo Wijayakusuma Cilacap, Jumat (01/02).

Dalam penerimaan tersebut, Bupati didampingi Assisten Ekonomi dan Pembangunan, Wasi Aryadi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Heroe Harjanto, dan sejumlah pejabat lainnya di jajaran Pemkab Cilacap.

Menurut Ketua Komunitas Otomotif Cilacap/KOC, Supriyanto, audiensi KOC kepada Pemerintah Daerah dimaksudkan sebagai sarana silaturahim sekaligus memperkenalkan kepengurusan KOC masa bakti 2019 – 2021.

Selain itu, lanjut Supriyanto, KOC juga menawarkan kerjasama, terkait dengan proposal Ulang Tahun KOC yang berdekatan dengan Hari Jadi Kabupaten Cilacap. KOC lahir pada Pebruari 2007 dan Hari Jadi Cilacap pada bulan Maret. Mudah-mudahan kedekatan hari lahir ini dapat disinergikan dalam satu event untuk ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Cilacap tahun 2019 ini, ujar Supriyanto.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut mengatakan, anak muda sebagai generasi penerus bangsa harus mempunyai masa depan yang gemilang. Masa depan yang baik, tentunya harus dipersiapkan melalui pendidikan, ilmu, kompetensi dan perilaku yang baik.

Dengan bekal itu semua, lanjut Bupati, anak muda yang akan mewarisi dan menggantikan kita-kita yang tua untuk meneruskan membangun Kabupaten Cilacap ke depan yang lebih baik. (hromly)




10 Gapoktan/Poktan terima bantuan Dryer dari Pemerintah

HUMAS CILACAP. Sepuluh Gabungan kelompok tani/Gapoktan dan Kelompok tani/Poktan di Kabupaten Cilacap menerima bantuan dryer/ alat pengering padi/jagung dan Sentra Pelayanan Pertanian padi terpadi/SP3T tahun 2018, dari Pemerintah.

Penyerahan dan uji coba Dryer, dilakukan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji kepada para Ketua Gapoktan, di desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya, Rabu (30/01). Kegiatan tersebut dihadiri, Forkompimda, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dispanbun kabupaten Cilacap, Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas, Camat Kroya, dan undangan lain.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, ST, MT, sepuluh Gapoktan penerima bantuan dryer bantuan dari Pemerintah pusat antara lain, Gapoktan Tani Maju desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya dengan kapasitas enam ton, Poktan Jangkar Bumi desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten kapasitas 6 ton, Gapoktan Marsudi Tani desa Klumprit desa Nusawungu dengan kapasitas dryer 10 ton, Gapoktan Brayan Makmur desa Banjareja Nusawungu kapasitas 10 ton, Gapoktan Ngudi Rejeki desa Karangsari Kecamatan Adipala kapasitas 10 ton, Poktan Taruna Tani Akur desa Mentasan Kecamatan Kawunganten kapasitas 6 ton, Gapoktan Sumber Rejeki desa Mulyadadi Majenang kapasitas 10 ton, Gapoktan Murih Rahayu desa Sumingkir Jeruklegi kapasitas 6 ton, Gapoktan Ngudi Rahayu desa Kuripan Kecamatan Kesugihan kapasitas 10 ton dan bantuan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu/SP3T 1 unit untuk Gapoktan Rukun Sentosa desa Sikampuh Kroya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut menyampaikan,  pembangunan sarana pertanian diharapkan dapat semakin meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tani di Kabupaten Cilacap, sehingga mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan pasar akan serapan gabah.

Menurut Bupati, dengan tambahan peralatan dryer, hasil panen para petani mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh Bulog maupun pelaku usaha lainnya, sehingga penjualannya akan semakin tinggi, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat.

Bupati mengemukakan, luas areal persawahan di Kabupaten Cilacap  mencapai 64 ribu hektar lebih. Hal ini merupakan potensi yang sangat besar apabila dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak saja bagi peningkatan produksi pertanian, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan para petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Cilacap pada umumnya. Selain itu, berkat kerja keras kita bersama, Kabupaten Cilacap berhasil mencapai surplus dari tahun ke tahun.

Penggunaan dryer/alat pengering padi diterapkan pada beberapa kelompok tani di wilayah Kabupaten Cilacap, diharapkan kadar air hasil panen dapat terus ditekan, sehingga kualitas panen akan semakin baik, ujar Bupati.

Disamping itu, lanjut Bupati, Pemkab Cilacap membangun Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu, yang dilengkapi dengan bangunan pelindung, mesin pemanen padi, mesin pengering padi, mesin penggiling padi, mesin pengemas dan alat angkut.

Pembangunan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu ini diharapkan mampu membentuk kelompok tani Kabupaten Cilacap menjadi satuan usaha yang tangguh, modern dan mandiri, ujar Bupati.

Sementara itu Ketua Gapoktan Tani Maju desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya, Subandi Sumodiarto mengemukakan, beberapa keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan dyer, para petani dapat menghemat biaya dan waktu dalam pengeringan gabah.

Kalau pengeringan gabah dilakukan secara manual, untuk gabah sebanyak 6 ton, maka dibutuhkan waktu selama tiga hari. Itupun kalau tidak hujan. Tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak tiga orang dengan upah sebesar Rp. 100 ribu per orang. Jadi total biaya sebesar 900 ribu, ujar Subandi.

Sedang ketika menggunakan dryer, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan gabah sebanyak 6 ton, hanya butuh waktu selama sembilan jam, dan biaya tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 300 ribu, ditambah biaya solar sebanyak Rp. 178 ribu dan arang sekam 300 kg senilai Rp, 150 ribu. Jadi total biaya yang dibutuhkan untuk mengeringkan gabah 6 ton hanya butuh Rp. 628 ribu. Sementara kalau pengeringan secara manual biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.900 ribu lebih. Jadi ada penghematan biaya sebesar Rp. 250 ribu lebih, ujar Subandi. (hromly)




Wabup kunjungi Kampung KB Cikuya desa Kamulyan Bantarsari

HUMAS CILACAP. Orang hidup itu harus mempunyai mimpi. Karena dengan mimpi berarti orang tersebut mempunyai cita-cita, untuk membangun daerahnya menjadi semakin sejahtera, khususnya dalam mensukseskan program keluarga Berencana.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, ketika meninjau dan melakukan senam dan makan pagi bersama di Kampung KB Cikuya Berseri desa Kamulyan Kecamatan Bantarsari, Jumat (25/01).

Kegiatan tersebut, dihadiri Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Cilacap, Ira Syamsul Auliya Rachman dan jajaran pengurus, Camat Bantarsari dan forkompimcam Bantarsari, serta warga masyarakat desa Kamulyan.

Lebih lanjut Wabup juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Kamulyan dan seluruh warga masyarakat di Kampung KB Cikuya Berseri, yang telah melaksanakan program Kampung KB. Artinya setelah dicanangkan pada 2017 lalu, Kampung KB Cikuya terus berkembang dan maju, dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan, sehingga warga masyarakat kesejahteraannya semakin meningkat.

Dengan Kampung KB, menurut Wabup, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa semakin tumbuh dan berkembang, mulai dari lingkungan yang asri lengkap dengan berbagai tanaman yang indah dan tanaman obat. Sekaligus masyarakatnya juga diberdayakan melalui berbagai usaha, mulai dari membuka lapak dagangan hingga ternak kambing.

Menurut Ketua Kampung KB Cikuya Berseri, Turino, Kampung KB Cikuya, sejak lahir pada 21 Agustus 2017, mempunyai mimpi besar untuk mewujudkan Cikuya yang sejahtera dan Berseri (Bersih, Indah, sehat dan rapi).

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Kampung KB Cikuya antara lain, pelayanan KB MKJP. Dari periode Agustus 2017 hingga Desember 2018, warga Cikuya yang tercatat sebagai akseptor KB aktif mencapai 306 akseptor atau sebesar 67,40 persen. Jumlah tersebut dari Pasangan usia subur sebanyak 454 pasangan. Mereka menggunakan kontrasepsi MKJP sebanyak 122 akseptor atau sebesar 26, 87 persen. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan berupa BKB, BKR, BKL, Posyandu Balita, Posyandu Lansia dan UPPKS.

Dibidang lingkungnan, Kampung KB Cikuya, melaksanakan pembuatan tanam di setiap RT. Kegiatan ini dilombakan setiap tahunnya. Dari kegiatan tersebut, tercipta taman ramah anak untuk menampung aktifitas anak-anak warga Cikuya.

Kegiatan lain dibidang ekonomi, Kampung KB Cikuya bekerja sama dengan pengusaha lokal membuat air bersih ulang, dan bekerjasama dengan kelompok Menda Mulya membangun perekonomian Cikuya dengan ternak kambing Etawa, dan produksi susu kambing etawa.

Sedang dibidang pendidikan, yang dipelopori oleh kaum muda, Kampung KB Cikuya dalam PIK Invomedia merintis perpustakaan Iqra yang dapat menjadi sumber bacaan anak-anak Cikuya. (hromly)




Bupati Buka Lapak Petani

HUMAS CILACAP. Sedikitnya 20 petani produsen ikut ambil bagian dalam Lapak Petani yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, di halaman Dinas Pertanian, Jumat (25/01).

Lapal Petani menampilkan berbagai produk pertanian dibuka oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. Masyarakat bisa langsung mendapatkan barang asli yang masih segar, langsung dari petani. Bukan melalui tengkulak, pedagang, atau barang dari luar kabupaten.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, animo masyarakat pada ajang Lapak Petani ini yang cukup tinggi, dan ini diluar ekspektasi Dinas Pertanian. Meski animo masyarakat cukup tinggi terhadap program ini, pihaknya akan mengevaluasi program Lapak Petani ini, ujar Supriyanto.

Melalui Lapak Petani, lanjut Supriyanto, Dinas Pertanian mencoba menemukan petani melalui kelompok-kelompok tani dengan masyarakat langsung. Rantai distribusi yang sebelumnya cukup panjang, karena harus melewati Tengkulak, pedagang, hingga pengecer, bisa terputus dengan Lapak Petani ini.

Karena produk yang dijajankan di lapak Pertani berasal langsung dari petani, maka harganya pun dipastikan lebih murah dari harga pasaran. Bagi petani, mereka bisa mengambil keuntungan dari margin harga pasar, ujar Supriyanto.

Supriyanto mengemukakan, pada Lapak Petani, Dinas Pertanian telah menentukan batasan harga yang boleh dipakai petani, yakni maksimal harga dasar di lokasi panen, ditambah setengah dari margin harga pasar dan harga petani. Apabila salah satu produk di lapangan atau dari petani harganya Rp 5 ribu, sementara harga di pasaran Rp 10 ribu. Berarti ada margin Rp 5 ribu. “Maka petani boleh menjual maksimal dengan harga Rp 5 ribu, ditambah margin tersebut dibagi dua atau Rp 2.500. Jadi maksimal petani bisa menjual dengan harga Rp 7.500,” imbuhnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut mengemukakan, disparitas harga produk pertanian yang cukup besar, antara harga yang ada dipasaran, dengan harga yang berasal langsung dari petani masih menjadi persoalan utama di sektor pangan di Kabupaten Cilacap.

Menurut Bupati, panjangnya rantai distribusi, mulai dari petani, tengkulak, hingga pedagang eceran, menjadi salah satu penyebab disparitas harga di sektor pangan ini cukup tinggi. Keadaan seperti ini, selain membuat harga di pasaran tinggi, bagi petani juga tidak menguntungkan. Karena petani tidak bisa menikmati harga tinggi dari produksi pertaniannya.

Melihat potensi Sumber Daya Alam/SDA yang dimiliki Kabupaten, Menurut Bupati, petani di Cilacap seharusnya bisa sejahtera. Sebagai Kabupaten terluas di Jawa Tengah, Cilacap memiliki lahan yang luas. Hal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk mensejahterakan petani, asal petaninya tidak loyo.

Petani tidak sejahtera, menurut Tatto bisa disebabkan beberapa hal, diantaranya karena harga hasil produksi yang murah, dan petani banyak merugi. Supaya tidak rugi pertama kualitas produk petani bisa ditingkatkan.

Dalam melindungi harga produksi pertanian, Pemerintah menurut Tatto, harus turun tangan. Salah satunya dengan memfasilitasi para petani melalui program, tempat atau lapak bagi petani, untuk menjual langsung produksinya kepada masyarakat.

Bupati minta kepada para pejabat di Cilacap untuk bisa turun tangan. Kalau perlu ada bapak asuh dari BUMN, seperti Pertamina, Holcim, S2P, Perbankan dan lain sebagainya, untuk ikut mendampingi atau memodali program ini,” ujar Tatto.

Tatto mengungkapkan, Pemkab saat ini sedang mewacanakan, Lapak Petani ini bisa diselenggarakan minimal satu kali dalam seminggu atau saat hari libur. Pemkab berencana akan menggelar Lapak Petani ini di Jalan Katamso saat hari libur. (hromly)




Tim Lomba HKG PKK Provinsi Jawa Tengah, lakukan penilaian Tertib Adminitrasi PKK dan PAAR di Cilacap.

HUMAS CILACAP. Tim Penilai Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Jateng, Kamis (17/01), melakukan penilaian di Kabupaten Cilacap. Kehadiran tim di Kabupaten Cilacap guna menilai Tim Penggerak PKK Cilacap dalam Lomba Tertib Administrasi PKK dan Pola Asuh Anak dan Remaja/ PAAR.

Tim yang diketuai oleh Wakil Ketua Pokja I TP PKK Provinsi Jawa Tengah, ibu Puji Astuti Achmad Rofai, diterima langsung oleh Bupati Cilacap yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. Farid Maruf, MM, di ruang Gadri Pendopo Wijayakusuma Cilacap, Kamis (17/01). Dalam penerimaan tersebut, hadir pula Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, Ira Syamsul Auliya Rachman, sejumlah pejabat dijajaran Pemkab Cilacap dan para pengurus TP PKK Kabupaten Cilacap.

Ketua Tim penilai, Wakil Ketua Pokja I TP PKK Provinsi Jawa Tengah, ibu Puji Astuti Achmad Rofai dalam kesempatan tersebut menyampaikan, gerakan PKK sebagai salah satu wahana untuk menggerak partisipasi masyarakat, dari hari ke hari semakin nyata peranannya dalam pembangunan.

Menurut Puji Astuti, kenyataan yang kita hadapi dalam pelaksanaan pembangunan yang semakin berkembang menuntut adanya tertib administrasi dan sumber daya manusia yang berkualitas, sehat dan cerdas guna menunjang keberhasilan tim penggerak PKK dalam mengimplementasi program-program secara keseluruhan.

Dengan semakin banyak kegiatan yang perlu dan harus dilaksanakan sesuai dengan perkembangan tentu membawa konsekwensi terhadap pentingnya pengelolaan PKK, baik dari personil yang trampil dan mumpuni serta mempunyai daya nalar yang jauh kedepan. Sekaligus tertib administrasi dan ketepatan dalam melaksanakan kegiatan dilapangan, ujar Puji Astuti.

Untuk itulah sebabnya, salah satu upaya Tim Penggerak PKK Pusat untuk memberikan penghargaan bagi para kader PKK,  mulai tahun 2010 diadakan lomba Hari Kesatuan Gerak PKK.

Untuk tahun 2018, Lomba yang diadakan meliputi Lomba Tertib Administrasi PKK, Pola Asuh Anak dan Remaja dengan kasih sayang, UP2K, Hatinya PKK dan Iva test. Dari sejumlah lomba tersebut, tiga nominator tingkat Provinsi Jawa Tengah, antara lain, Lomba Administrasi PKK nominatornya Kabupaten Jepara, Cilacap dan Wonosobo, Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja dengan Kasih sayang, nominator tingkat Jawa Tengah yakni Kabupaten Blora, Cilacap dan Wonogiri. Lomba UP2K nominatornya Kabupaten Pekalongan, Wonosobo dan Sragen. Lomba Hatinya PKK nominatornya Kabupaten Semarang, Klaten dan Wonogiri, da Lomba Iva Test nominatornya Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Sukoharjo.

Bupati Cilacap yang diwakili Sekretaris Daerah, Drs. Farid Maruf, MM dalam kesempatan tersebut menyampaikan, PKK memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga menuju keluarga yang  sejahtera. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap senantiasa mendukung berbagai kegiatan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di semua tingkatan, sehingga dapat berjalan dengan baik.

Melalui pelaksanaan 10 Program Pokoknya, PKK terbukti mampu mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dan saya yakin, apabila 10 Program Pokok PKK mampu dilaksanakan disemua tingkatan, bahkan sampai ke tingkat Dasa Wisma, maka peran dan kontribusi PKK akan mampu menjadi salah satu kunci penentu kesuksesan setiap program pembangunan.

Menyadari arti dan pentingnya peran PKK,lanjut Sekda, Pemerintah  Kabupaten Cilacap telah menempatkan PKK sebagai mitra kerja dalam setiap pelaksanaan program pembangunan daerah khususnya dalam hal pemberdayaan kaum perempuan.

Perkembangan PKK Kabupaten Cilacap, sungguh menggembirakan, karena saat ini PKK Kabupaten Cilacap telah menunjukan kiprahnya secara nyata, dalam membantu meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat. Berbagai kegiatan baik fisik maupun non fisik, seperti  penyuluhan, pembinaan, pelatihan, kursus-kursus  maupun pemberian bantuan modal usaha kepada masyarakat, merupakan wujud nyata PKK dalam membantu kesejahteraan masyarakat, ujar Sekda.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, Ira Syamsul Auliya Rachman juga menyampaikan paparan dihadapan tim penilai terkait dengan kiprah dan kerja PKK dalam ikut serta mensukseskan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Cilacap.

Usai melakukan penilaian Administrasi, tim selanjutnya melakukan peninjauan lapangan ke Desa Mrenek Maos dan Bunton Adipala. (hromly)




Kabupaten Cilacap kembali raih penghargaan Adipura, di Tahun 2018

HUMAS CILACAP. Kabupaten Cilacap tahun 2018 kembali meraih penghargaan Adipura. Penghargaan dibidang kebersihan dan keindahan kota tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla kepada Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, di gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Senin (14/01).

Penghargaan Adipura kategori kota sedang terbersih, diterima Kabupaten Cilacap untuk yang kedua kalinya, setelah dalam tahun 2017, Kabupaten Cilacap juga memperoleh penghargaan Adipura. Penghargaan Adipura ini, juga pada tahun-tahun sebelumnya pernah diterima oleh Kota Cilacap mulai tahun 2008, 2010, 2012, dan 2014. Perolehan Adipura hingga tahun 2018 ini, Kota Cilacap sudah meraih Adipura sebanyak enam kali.

Dalam penerimaan penghargaan tersebut, Bupati didampingi Plt Kepala DLH Kabupaten Cilacap, Dian Setyabudi, sejumlah pejabat di jajaran pemkab Cilacap,  Camat dan Kepala Kelurahan eks Kotip Cilacap, karyawan-karyawan DLH dan pihak terkait.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji usai menerima penghargaan Adipura menyampaikan, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua komponen masyarakat, karena Cilacap tahun 2018 berhasil memperoleh penghargaan Adipura dari Pemerintah.

Keberhasilan memperoleh penghargaan Adipura ini, lanjut Tatto, merupakan kerjasama yang baik dari semua komponen masyarakat, bukan kerja dari Bupati semata. Dengan diterimanya penghargaan Adipura ini, Bupati berharap kota Cilacap harus semakin bersih.  Karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan kota yang bersih maka hidup masyarakat akan semakin sehat dan rejekipun akan semakin meningkat, ujar Tatto.

Mengutip dari sambutan Wakil Presiden, Bupati mengatakan, di dunia akan tiga hal yang penting, yang pertama adalah demokrasi, kedua adalah masalah HAM dan yang ketiga adalah masalah lingkungan.

Menurut Bupati, alam ini diciptakan oleh Allah SWT adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, dalam memanfaatkan alam ini kita harus makin bijaksana,  dan mampu merawat alam ini dengan sebaik-baiknya. Karena alam ini bukan untuk kepentingan kita saja, tetapi untuk anak cucu kita di kemudian hari.

Menyinggung mengenai permasalahan sampah, Bupati menyampaikan, bahwa penanganan dan pengelolaan sampah harus benar dilaksanakan dengan baik dan benar. Dengan pengelolaan yang baik, maka kota Cilacap yang indah dan bersih akan benar-benar dapat terwujud.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Drs. Dian Setyabudi, MM pada kesempatan yang sama menyampaikan selamat kepada bpk Bupati Cilacap yang pada tahun 2018 ini, Kota Cilacap mendapatkan anugerah Adipura.

Dian menyampaikan, kota Cilacap selama dua tahun terakhir ini menerima penghargaan Adipra, mulai tahun 2017 dan tahun 2018. Diharapkan Cilacap setiap tahunnya akan memperoleh piala Adipura, sehingga Kota Cilacap bisa meriah penghargaan Adipura Kencana.

Dian juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat, seluruh komponen masyarakat dan semua yang terkait yang sudah berperan aktif, sehingga kota Cilacap mendapatkan penghargaan Adipura.

Penghargaan ini tidak mungkin bisa diperoleh hanya dengan mengandalkan peran dari Dinas Lingkungan Hidup saja, tetapi semua komponen masyarakat, baik dari rumah tangga, paguyuban kebersihan lingkungan, RT, RW, kelurahan dan Kecamatan hingga sampai tingkat Kabupaten lengkap dengan peran dari semua SKPD, termasuk sekolah, pasar dan tempat-tempat lain yang dijadikan obyek penilaian adipura.

Semua komponen tersebut sudah berperan aktif. Untuk itu DLH mengucapkan banyak terima kasih. Keberhasilan ini tentunya harus dipertahankan. Dan yang terpenting dengan diperolehnya Adipura ini, masyarakat akan semakin sadar bahwa kota yang bersih itu menjadi kebutuhan kita semua. Diharapkan dengan keberhasilan ini, masyarakat akan mempunyai budaya malu, ketika membuang sampah tidak pada tempatnya, ujar Dian. (hromly)




Danlantamal V resmikan Budidaya sidat di kompleks rumah Dinas AL Cilacap

HUMAS CILACAP. Komandan Pangkalan Utama TNI AL V, Laksamana Pertama TNI Edwin, SH, M.Han mengatakan, flora khasnya Cilacap adalah sukun dan fauna khasnya Cilacap adalah sidat. Ini merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut dikemukakan Komandan Pangkalan Utama TNI AL V, Laksamana Pertama TNI Edwin, SH, M.Han, ketika meresmikan “Kolam Ikan Sidat RE. Martadinata”, di Kompleks rumah dinas TNI AL Gumilir lanal Cilacap, Jumat (11/10).

Selain meresmikan kolam Sidat, Danlantamal V juga meresmikan taman bacaan dan bermain “Adhika Jala Persada”. Peresmian dihadiri Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, sejumlah pejabat dijajaran Lantamal V, Forkompimda Cilacap dan undangan lain.

Alhamdulillah, Lanjut Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Edwin, SH, M.Han, Lanal Cilacap bisa merealisasikan dua kegiatan tersebut, yakni Taman Bacaan untuk mencerdaskan, sebagai awal dari kehidupan anak dalam mencintai bacaan. Membaca adalah sumber ilmu dan diharapkan kebiasaan membaca menjadi kebiasaan sampai anak-anak menjadi dewasa. Begitu juga dengan budidaya sidat.

Menurut Danlantamal V, budidaya sidat ini, juga mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat. Ikan sidat memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, nilainya mencapai 250 ribu per kg, yang diambil oleh ekspotir untuk di pasarkan ke Jepang. Data terakhir yang diperoleh dari asosiasi, bahwa Jepang membutuhkan ikan sidat sebanyak 100 ton per bulan. Itu hanya untuk negara Jepang belum untuk kebutuhan negara Korea. Praktis ikan sidat yang dibutuhkan Jepang dan Korea, mencapai 1.200 ton per tahun.

Ini merupakan jumlah yang sangat besar. Untuk itu lanjut Danlantamal, persaingan pasaran sidat di tataran Global, yang harus kita pelajari, mulai dari program pembinaan budidaya dan pemasaran sidat. Disamping itu kita juga harus tahu SOP dalam budidaya sidat, sehingga ikan sidat yang dihasilkan dapat memenuhi kualitas yang dibutuhkan oleh pasar Jepang.

Oleh sebab itu, budidaya ikan sidat sebagai program unggulan bagi Lantamal V, khususnya di Pantai Selatan Jawa. Kegiatan Budidaya Sidat diawali di Banyuwangi dengan pembukaan Kampung Sidat dengan melibatkan masyarakat.

Apabila masyarakat dapat membudidayakan ikan sidat yang terukur, karena nantinya sidat yang dihasilkan adalah untuk kualitas eksport, tentunya ini akan mensejahterakan warga masyarakat nelayan khususnya. Karena di pantai Selatan Jawa pada musim-musim tertentu para nelayan tidak bisa melaut karena kondisi cuaca. Untuk itu waktu-waktu dimana nelayan tidak bisa melaut, bisa dimanfaatkan untuk fokus pada budidaya sidat, ujar Danlantamal V.

Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (P) Teguh Iman Wibowo dalam laporannya mengatakan, Budidaya kolam ikan Sidat di komplek rumah dinas AL Gumilir Cilacap merupakan kerjasama Lanal Cilacap dengan PT. S2P.

Budidaya sidat di kompleks rumah dinas untuk memanfaatkan lahan Lanal Cilacap yang cukup luas. Program Budidaya Sidat merupakan instruksi pimpinan TNI AL, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (hromly)




2020 Infrastruktur Jalan d Cilacap sudah baik semua

HUMAS CILACAP. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Cilacap Tahun 2017-2022, Bappelitbangda diminta untuk fokus pada pembangunan infrastruktur dan SDM. Sedangkan Dinas Pertanian harus mampu memajukan pertanian, swasembada pangan dan menyejahterakan para petani.

Permintaan tersebut dikemukakan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, ketika melantik dua pejabat eselon II yakni Kepala Bapelitbanda Sumbowo dan Kepala Dinas Pertanian, Supriyanto, Senin (07/01).

Menurut Bupati, Bapelitbangda merupakan dapur pembangunan. Pembangunan di Cilacap diprioritas pada dua bidang, yakni infrastruktur dan SDM. Untuk itu Bupati minta kepada Sekda untuk memimpin pembangunan infrastruktur  untuk diselesaikan terlebih dahulu, kalau bisa tahun 2020 sudah tidak ada lagi jalan yang jelek.

Sekretaris Daerah Cilacap, Farid Ma’ruf usai pelantikan mengatakan, bidang infrastruktur memang menjadi prioritas di tahun 2020. Dan pada tahun ini sudah dimulai pembangunan infrastruktur di setiap kecamatan. Sedangakan untuk pertanian, diarahkan pada swasembada beras, dan jaringan irigasi menjadi satu fokus yang perlu diperbaiki. Karena itu jitut yang mengalami rusak harus diperbaiki.

Kepala Bappelitbangda Cilacap, Sumbowo mengatakan, segera melaksanakan tugas sesuai dengan arah kebijakan dari RPJMD. Pada tahun 2020 fokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi daerah pinggiran.

Kabupaten Cilacap wilayahnya sangat luas, jalan kabupaten cukup panjang, tetapi anggaran mungkin sangat terbatas, jadi untuk menentukan prioritas harus dibahas dengan OPD terkait, dan pelaksanaannya nanti oleh OPD terkait, ujar Sumbowo.

Anggaran pembangunan infrastruktur ini, menurut Sumbowo, akan dipilah-pilah, untuk menuntukan yang menjadi prioritas. Sekaligus harus disesuaikan dengan anggaran yang ada. Selama ini anggaran untuk wilayah barat menurutnya memang lebih besar dibandingkan daerah lainnya.

Di barat jauh lebih memrihatinkan dibandingkan dengan timur, otomatis anggaran ke barat pasti lebih dibanding di timur dan kota. Jika kota lebih banyak ke pemeliharaan, barat untuk pembangunan dan peningkatan, ujar Sumbowo

Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Supriyanto usai dilantik mengatakan, siap untuk bekerja keras melaksanakan tugas dari Bupati yakni, menjadi lumbung padi dengan target produksi gabah pada tahun 2019 ini mencapai 789 ribu ton. Sekaligus menyejahterakan para petani, satu diantaranya dengan membuka Pasar Tani.

Pasar tani ini nantinya akan dihuni oleh petani produsen bukan pedagang pertanian. Jadi nanti petani produsen kita undang untuk berjualan, untuk memutus distribusi. Harga bisa ditekan, ujar Supriyanto. (hromly)