Danlantamal V resmikan Budidaya sidat di kompleks rumah Dinas AL Cilacap

0
715
image_pdfimage_print

HUMAS CILACAP. Komandan Pangkalan Utama TNI AL V, Laksamana Pertama TNI Edwin, SH, M.Han mengatakan, flora khasnya Cilacap adalah sukun dan fauna khasnya Cilacap adalah sidat. Ini merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut dikemukakan Komandan Pangkalan Utama TNI AL V, Laksamana Pertama TNI Edwin, SH, M.Han, ketika meresmikan “Kolam Ikan Sidat RE. Martadinata”, di Kompleks rumah dinas TNI AL Gumilir lanal Cilacap, Jumat (11/10).

Selain meresmikan kolam Sidat, Danlantamal V juga meresmikan taman bacaan dan bermain “Adhika Jala Persada”. Peresmian dihadiri Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, sejumlah pejabat dijajaran Lantamal V, Forkompimda Cilacap dan undangan lain.

Alhamdulillah, Lanjut Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Edwin, SH, M.Han, Lanal Cilacap bisa merealisasikan dua kegiatan tersebut, yakni Taman Bacaan untuk mencerdaskan, sebagai awal dari kehidupan anak dalam mencintai bacaan. Membaca adalah sumber ilmu dan diharapkan kebiasaan membaca menjadi kebiasaan sampai anak-anak menjadi dewasa. Begitu juga dengan budidaya sidat.

Menurut Danlantamal V, budidaya sidat ini, juga mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat. Ikan sidat memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, nilainya mencapai 250 ribu per kg, yang diambil oleh ekspotir untuk di pasarkan ke Jepang. Data terakhir yang diperoleh dari asosiasi, bahwa Jepang membutuhkan ikan sidat sebanyak 100 ton per bulan. Itu hanya untuk negara Jepang belum untuk kebutuhan negara Korea. Praktis ikan sidat yang dibutuhkan Jepang dan Korea, mencapai 1.200 ton per tahun.

Ini merupakan jumlah yang sangat besar. Untuk itu lanjut Danlantamal, persaingan pasaran sidat di tataran Global, yang harus kita pelajari, mulai dari program pembinaan budidaya dan pemasaran sidat. Disamping itu kita juga harus tahu SOP dalam budidaya sidat, sehingga ikan sidat yang dihasilkan dapat memenuhi kualitas yang dibutuhkan oleh pasar Jepang.

Oleh sebab itu, budidaya ikan sidat sebagai program unggulan bagi Lantamal V, khususnya di Pantai Selatan Jawa. Kegiatan Budidaya Sidat diawali di Banyuwangi dengan pembukaan Kampung Sidat dengan melibatkan masyarakat.

Apabila masyarakat dapat membudidayakan ikan sidat yang terukur, karena nantinya sidat yang dihasilkan adalah untuk kualitas eksport, tentunya ini akan mensejahterakan warga masyarakat nelayan khususnya. Karena di pantai Selatan Jawa pada musim-musim tertentu para nelayan tidak bisa melaut karena kondisi cuaca. Untuk itu waktu-waktu dimana nelayan tidak bisa melaut, bisa dimanfaatkan untuk fokus pada budidaya sidat, ujar Danlantamal V.

Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (P) Teguh Iman Wibowo dalam laporannya mengatakan, Budidaya kolam ikan Sidat di komplek rumah dinas AL Gumilir Cilacap merupakan kerjasama Lanal Cilacap dengan PT. S2P.

Budidaya sidat di kompleks rumah dinas untuk memanfaatkan lahan Lanal Cilacap yang cukup luas. Program Budidaya Sidat merupakan instruksi pimpinan TNI AL, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (hromly)