Hadapi Nataru, Pemerintah Lakukan Pembatasan Terintegrasi

0
61
Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Cilacap Dian Setyabudi
image_pdfimage_print

CILACAP – Pemerintah akan melakukan pembatasan-pembatasan yang terintegrasi dari tingkat pusat sampai daerah dalam rangka menghadapi Natal dan tahun baru. Langkah ini perlu dilakukan sebagai antisipasi lonjakan penyebaran Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Cilacap Dian Setyabudi kepada media usai mengikuti Rapat Kesiapan Pelaksanaan PPKM Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Percepatan Vaksinasi serta Belanja Daerah (APBD) secara virtual dengan Menteri Dalam Negeri di ruang Prasanda Pemkab Cilacap pada Rabu (8/12).
“Dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru ada pembatasan-pembatasan yang harus dilaksanakan dan terintegrasi dari tingkat pusat sampai daerah, yaitu perayaan tahun baru 2022 sedapat mungkin (masyarakat) untuk tetap berada di rumah bersama keluarga, menghindari kerumunan dan tidak melakukan perjalanan. Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara old and new year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata Dian.
Lebih lanjut Dian Setyabudi menjelaskan bahwa para kepala daerah diinstruksikan untuk menerapkan protokol kesehatan lebih ketat dengan pengawasan Satgas Covid-19 di tingkat provinsi sampai RT/RW.
“Para kepala daerah diiinstruksikan supaya mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 di masing-masing lingkungan, mulai dari tingkat provinsi sampai tingkat RT/RW. Kemudian menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) dan 3T (Testing, Tracing dan Treatment). Selain itu juga melakukan percepatan pencapaian target vaksinasi 70% khususnya lansia dan anak-anak usia 6 – 11 tahun sampai akhir Desember 2021 di wilayah masing-masing,” jelasnya.