Hadiri IMTF, Bupati : Guru Milenial Persiapkan Next Young Generation

0
149
Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam talk show satu jam bersama Bupati dalam acara IMTF 2021.
image_pdfimage_print

CILACAP – Pada era revolusi industri 4.0 dimana segala aspek dituntut untuk melek teknologi digital, tenaga pendidik pun diharuskan untuk ikut beradaptasi sesuai dengan perkembangan jaman. Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dukung para guru di Kabupaten Cilacap dalam mengikuti Indonesia Millenial Teacher Festival (IMTF) 2021 yang digelar di Gedung Patra Graha pada Selasa (07/12/21).

Dalam acara tersebut, total 10.000 guru SD, MI, SMP, dan MTs di Kabupaten Cilacap mengikuti IMTF 2021 secara daring. Acara yang digelar bersama dengan TV One tersebut bertujuan untuk membentuk tenaga pendidik yang melek teknologi digital dengan menguasai perangkat penunjang pembelajaran secara daring seperti komputer dan handphone.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji juga diberikan penghargaan sebagai tokoh sahabat guru oleh Ketua LPAI Seto Mulyadi Cilacap atas kontribusi dan jasanya dalam dunia pendidikan. Bupati berterimakasih karena dengan adanya IMTF tersebut maka Kabupaten Cilacap dapat terbantu dalam mempersiapkan generasi penerus di masa depan terutama tenaga pendidik yang siap menghadapi tantangan jaman digital.

“Kita harus mempersiapkan next young generation yaitu milenial. Kenapa harus dipersiapkan milenial ini ? Karena masa depan negeri ini ada di pundak para kaum milenial, para anak-anak muda. Saya sangat mendukung dengan adanya IMTF ini karena guru akan diajarkan bagaimana proses belajar daring dan kualitas guru akan semakin meningkat, sehingga dapat mempersiapkan next young generation,” ucapnya.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji berfoto menerima penghargaan tokoh sahabat guru dari Ketua LPAI Seto Mulyadi didampingi oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Bunda PAUD Tetty Rohatiningsih, Praktisi Pendidikan Munif Chatib serta Pimpinan Dream School Project asal Finlandia Allan Schneitz, serta Penyelenggara IMTF 2021 Herdinalsky.

Bupati Cilacap juga menegaskan bahwa bukan hanya guru yang harus melek teknologi dan menjadi pendidik, namun peran orangtua juga sangat penting terutama di masa pandemic Covid-19 yang metode pembelajarannya menggunakan daring.

“Saya prihatin ketika murid-murid diharuskan Learn From Home, yang pintar semakin pintar yang bodoh akan semakin sulit belajar. Ini karena orangtua yang selama ini mengandalkan guru untuk mengajari anaknya, maka saya ingatkan bahwa pendidik bukan hanya oleh guru namun juga orangtua. Orangtua harus bisa mendidik anaknya sendiri, sehingga orangtua juga harus melek teknologi. Jadi bukan hanya anaknya saja yang belajar, tetapi juga orangtuanya,” jelasnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) sekaligus Psikolog Anak Seto Mulyadi atau Kak Seto yang merupakan salah satu narasumber dalam acara tersebut mengapresiasi adanya pembelajaran terhadap para guru milenial di masa pandemi Covid-19 untuk dapat beradaptasi terhadap cara didik terhadap anak-anak.

“Kami mengajak para guru untuk lebih profesional untuk menjalankan tugasnya sebagai guru, apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak tantangan dan masalah. Tetapi selalu ada kata-kata bijak bahwa guru bijak mendidik siswa sesuai jamannya yaitu jaman sekarang dibutuhkan guru yang kreatif, ramah anak, menjadi sahabat anak karena sesuai dengan kompetensi sebagai pendidik,” ungkapnya.

Ketua LPAI juga berterimakasih terhadap dukungan dari Pemkab Cilacap yang terus mendukung adaya peningkatan kualitas untuk para guru agar terus dapat berkreasi dan mencerdaskan siswa siswi di Kabupaten Cilacap.

“Kami apresiasi dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap bahwa ini betul-betul meningkatkan semangat para guru untuk tetap profesional dan menjadi sahabat anak-anak di Indonesia,” ungkapnya.

IMTF 2021 digelar dari tanggal 7 – 9 Desember 2021 dengan pemateri dari LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto, Praktisi Pendidikan Munif Chatib serta Pimpinan Dream School Project asal Finlandia Allan Schneitz. Dalam festival sekaligus seminar dan workshop tersebut, seluruh guru akan dibekali materi selama 33 jam pembelajaran dengan dipedomani sesuai kerangka global The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). (hen)