Jateng Digital Festival, Wabup : Kita Bekerja Bersama – sama

0
78
Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman hadir sebagai narasumber sekaligus mewakili Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Cilacap pada acara Jateng Digital Festival yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dam bertempat di Hotel Tentrem Semarang pada Kamis (9/9).
image_pdfimage_print

CILACAP – Dalam semangat digitalisasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilisasi inflasi, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman hadir sebagai narasumber sekaligus mewakili Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Cilacap pada acara Jateng Digital Festival yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan bertempat di Hotel Tentrem Semarang pada Kamis (9/9).

Wakil Bupati menyampaikan bahwa kiat sukses dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Cilacap yaitu dengan cara bekerja secara bersama – sama meskipun Kabupaten Cilacap tentu mempunyai kelebihan maupun kekurangan.

“Harapannya kelebihan dan kekurangan tersebut kami sinergikan dengan daerah – daerah Kabupaten lain dengan bekerja bersama – sama. Tentunya kami sadar di Kabupaten Cilacap memiliki salah satu potensi yaitu kami sebagai penyangga ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah ataupun Nasional. Kami selalu masuk 5 besar untuk surplus beras di Jawa Tengah dan setiap tahun bisa masuk 10 besar untuk Nasional,” terangnya.

Wakil Bupati menambahkan dengan adanya kelebihan yang dimiliki tersebut maka harus ada penyaluran karena jika tidak disalurkan bisa menjadi beban inflasi. Oleh karena itu, Pemkab Cilacap berinovasi dengan melakukan kerjasama antar daerah.

“Contoh yang sudah dijalankan adalah Pemkab Cilacap dengan Pemerintah DKI Jakarta karena permintaan pasar untuk mengkonsumsi beras disana besar dan di Cilacap kelebihan beras. Kami juga membuka kerjasama dengan daerah lain yang mana Cilacap kekurangan dan daerah lain kelebihan, kita bisa kerjasamakan untuk saling mengisi. Ini mendorong semangat kita untuk inflasi tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah,” jelasnya.

Kunci keberhasilan kerjasama antar daerah menurut Wakil Bupati yaitu selain dukungan dari Pemerintah Kabupaten Cilacap beserta Forkopimda, namun juga harus disertai dengan pengenalan potensi dari masing – masing daerah.

“Kita harus mengenali potensi daerah kita. Potensi jika tidak dimanfaatkan maka akan menjadi kelebihan yang sia – sia. Oleh karena itu jika kelebihan beras di Cilacap tidak diatasi maka harga beras di petani akan anjlok, maka kita lakukan perluasan marketing,” ucapnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Jawa Tengah dengan Gubernur Ganjar Pranowo sebagai Ketua TP2DD Provinsi Jateng dan Bupati Tatto Suwarto Pamuji sebagai Ketua TP2DD Kabupaten Cilacap. Prosesi pengukuhan dilakukan dengan menabuh kendang yang dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo serta diikuti pula oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. (hen)

Prosesi pengukuhan dilakukan dengan menabuh kendang yang dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo serta diikuti pula oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman