Nelayan Cilacap Gelar Sedekah Laut

0
321
image_pdfimage_print

HUMAS CILACAP. Tradisi gelar budaya Sedekah Laut nelayan Kabupaten Cilacap berlangsung meriah, Jumat (12/10). Sedekah laut merupakan tradisi nelayan yang sudah diangkat Pemkab Cilacap menjadi agenda tahunan.

Gelaran Sedekah Laut ditandai dengan delapan kelompok nelayan di pesisir selatan Kabupaten Cilacap membawa jolen menuju ke pendopo kabupaten, untuk dilakukan prosesi pelepasan oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji.

Delapan jolen tersebut berasal dari kelompok nelayan di eks Kotip Cilacap, yakni Donan, Sentolokawat, Bakung, Pandanaran, PPSC, Tegalkamulyan, Lengkong dan kelompok nelayan Karang Kemiren.

Joleh-jolen tersebut, untuk mendampingi jolen utama yang disebut Jolen Tunggul dari Pemkab Cilacap dan jolen dari HNSI Cilacap, kemudian dibawa tiap kelompok nelayan dengan berjalan kaki menyusuri sejumlah jalan protokol menuju Teluk Penyu untuk dilarung.

Prosesi Sedekah Laut diawali dengan kedatangan Subo Menggolo yang dikawal pasukan “dalem” dan “njobo”. Mereka didahului oleh rombongan utusan atau yang disebut duto pangarso. Seluruh pasukan itu kemudian bertahan di luar pendopo.

Setelah itu, nelayan kemudian membawa seluruh jolen ke Teluk Penyu. Baru kemudian secara berurutan seluruh peserta arak-arakan meninggalkan pendopo.

Dimulai Duto Pangarso, Sekelompok penari, pembawa bendera dan pembawa jolen. Bupati bersama Wakil, Ketua DPRD Kabupaten Cilacap dan kepala SKPD mengikuti dari belakang.

Bupati, Ketua DPRD dan Forkompimda naik kereta kuda. Sementara seluruh kepala SKPD naik delman menuju tempat pelarungan jolen, di pantai Teluk Penyu Cilacap.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sedekah laut memiliki makna yang mendalam, khususnya bagi warga nelayan. Karena Sedekah laut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, karunia dan rezeki yang selama ini diterima. ((hromly)