Pelaku UMKM Harus Perhatikan Permodalan, Pemasaran, dan Produksi

0
64
Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf secara resmi membuka acara Sosialisasi Dukungan Penyediaan Informasi Akses Permodalan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda pada Kamis (9/9)
image_pdfimage_print

CILACAP – Guna dukung UMKM Cilacap untuk terus aktif dalam mengembangkan usaha secara mandiri, Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf secara resmi membuka acara Sosialisasi Dukungan Penyediaan Informasi Akses Permodalan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekda pada Kamis (9/9). Acara tersebut diikuti secara virtual melalui zoom meeting.

Dalam laporan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Perekonomian Heka Prihadi, kegiatan sosialisasi bertujuan untuk membuka wawasan dan memberikan pengetahuan tentang produk – produk jasa keuangan kepada para pelaku UMKM.

“Selain itu juga memberikan pengetahuan digitalisasi serta manajemen produk untuk menangkap peluang dan memperluas pemasaran. Selain itu juga untuk menyatukan visi dan persepsi antara Pemkab Cilacap dengan sektor lembaga keuangan serta Otoritas Jasa Keuangan dalam membangun sinergitas dalam membangun pengembangan dan promosi bagi pelaku UMKM,” terangnya.

Peserta yang mengikuti sosialisasi terdiri dari 200 orang pelaku UMKM yang berasal dari wilayah Kecamatan Bantarsari dan Kecamatan Binangun. Narasumber dalam acara tersebut yaitu dari Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto, DPKUKM, serta Perbarindo DPK Banyumas.

Dalam menjalankan bisnis UMKM, Sekda menyampaikan bahwa yang paling penting yaitu masalah permodalan, pemasaran, dan juga produksi terutama dimasa pandemi yaitu dengan memanfaatkan digital.

“Dalam permodalan, UMKM kita itu terkadang lemah diaksesnya. Kadang dalam peminjamannya kesulitan ketika ditanya perihal analisa keuntungan. Jika dari awal tidak sesuai situasi dan kondisi, nantinya ketika berjalan tidak sesuai yang diharapkan. Sehingga saya berharap untuk pelaku UMKM agar berlatih membuat analisa,” ucapnya.

Kemudian dalam produksi harus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sesuai dengan keinginan masing – masing pelaku usaha. Pemasaran juga merupakan hal yang perlu dikuasai agar UMKM dapat terus berjalan.

“Bisa memproduksi namun tidak bisa menjual kan rugi. Ini saya harapkan agar pelaku usaha bisa cermat dan teliti, di survey dulu tentang kebutuhan atau keinginan yang ada dimasyarakat. Selain itu pemasaran produk UMKM juga merupakan poin penting, sehingga diharapkan perihal pemasaran dapat dikuasai dengan benar. Maka dari itu, saya harap agar sekarang ini dapat memanfaatkan teknologi digital seperti ojol dan online shop dengan sebaik – baiknya,” jelasnya.

Selain itu, Sekda berharap dengan adanya pelatihan digitalisasi dan manajemen produksi tersebut, diharapkan para pelaku UMKM akan lebih siap dalam menjalankan bisnis atau usahanya di era digital dengan tata kelola produksi yang lebih baik dan jangkauan pemasaran yang lebih luas. (hen)