Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Gelombang I Pemkab Cilacap Tahun 2021 Dimulai

0
102
Bupati Tatto Suwarto Pamuji beserta jajaran Pejabat Pemkab Cilacap memberikan semangat kepada peserta latsar dan memberi ucapan selamat mengikuti latsar
image_pdfimage_print

CILACAP – Sebanyak 206 CPNS Golongan II di lingkungan Pemkab Cilacap menjadi peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Gelombang I Tahun 2021 yang secara resmi telah dibuka oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji pada Selasa (23/3) di Gedung Aula Diklat Praja Cilacap. Latsar pada tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan latsar sepenuhnya dilakukan secara daring.

Turut hadir secara langsung di Aula Diklat Praja pada kesempatan tersebut Kepala BKPPD Warsono beserta para pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap dan juga para Widyaiswara / Instruktur dan para Pamong. Acara pembukaan Latsar juga diikuti secara virtual dari 15 titik lokasi yang tersebar dan diikuti secara langsung oleh 24 peserta di Gedung Aula Diklat Praja Cilacap sebagai perwakilan.

Dalam laporannya, Kepala BKPPD Warsono menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan Latsar Golongan II Gelombang I ini akan berlangsung selama 647 jam pelajaran (JP) atau setara 74 hari kerja yaitu terdiri dari Pembelajaran Pelatihan Mandiri selama 48 JP setara 16 hari, distance learning 217 JP setara 22 hari, aktualisasi 320 JP setara 30 hari, dan klasikal 62 JP setara 6 hari.

“Yaitu sebanyak 206 orang peserta ini sudah dibagi menjadi 6 angkatan. Sedangkan untuk waktunya dimulai tanggal 24 Maret 2021 sampai dengan 17 Juli 2021,” ucapnya.

Kepala BKPPD juga menjelaskan bahwa penilaian terhadap peserta Latsar terdiri dari 4 aspek penilaian yaitu evaluasi sikap perilaku dengan bobot 15%, evaluasi akademik dengan bobot 20%, evaluasi aktualisasi dengan bobot 50%, serta evaluasi penguatan kompetensi teknis bidang tugas dengan bobot 15%.

Sedangkan kualifikasi kelulusan peserta diklat yaitu sangat memuaskan dengan skor 90,01 – 100, memuaskan dengan skor 80,01 – 90,00, cukup memuaskan dengan skor 70,01 – 80,00, kurang memuaskan dengan skor 60,01 – 70,00, dan tidak memuaskan dengan skor dibawah 60,00.

“Peserta dinyatakan lulus apabila memperoleh kualifikasi paling rendah yaitu cukup memuaskan dan akan ditunda kelulusannya apabila memperoleh kualifikasi kurang memuaskan. Sedangkan untuk yang dinyatakan tidak lulus adalah peserta yang memperoleh kualifikasi tidak memuaskan dan jumlah ketidakhadiran lebih dari 6 sesi, 18 jam pelajaran setara dengan 2 hari secara kumulatif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Mohamad Arief Irwanto yang menghadiri secara virtual memberikan semangat dan arahan kepada para peserta latsar agar dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya meskipun dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Latsar kali ini menggunakan metode baru yaitu pola pembelajaran Blended Learning yang dilakukan dengan memadukan proses pembelajaran tatap muka di dalam kelas dengan proses pembelajaran secara daring.

Bupati Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya memberikan pengarahan agar para peserta dapat diangkat menjadi PNS, diharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan proaktif agar tujuan dari kegiatan ini yakni untuk membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas, mempunyai perilaku kerja yang baik, berdedikasi tinggi, serta memahami dan menghadirkan nilai-nilai yang berpedoman pada indepedensi, integritas, dan profesionalisme dapat terwujud.

“Jangan hanya menjadi PNS yang sekedar bekerja dan mendapat gaji. Namun jadilah PNS yang berintregasi, yang luar biasa. Jika bisa menjadi yang luar biasa nantinya akan dapat terus berkarya bahkan jika sudah saatnya pensiun. Pergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk terus mengembangkan dan mengaktualisasikan diri,” terangnya. (hen)