SLCN 2020, Wabup : Jadilah Nelayan Yang Menyesuaikan Alam

0
64
Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman pada pembukaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan 2020 di gedung HNSI Cilacap.
image_pdfimage_print

CILACAP – Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap. Pembukaan SLCN dilaksanakan di gedung Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap pada Selasa (13/10).

Hadir pada kegiatan tersebut anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti, Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah David Ishaq Aryadi, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, anggota DPRD Kabupaten Cilacap, para pejabat Pemkab, Kepala PPSC, BASARNAS dan HNSI Cilacap.

Dalam laporannya, Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Taruna Mona Rachman, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada para penyuluh dan nelayan dalam memahami cuaca.

“Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada penyuluh, petugas dinas maupun kelompok nelayan dalam memahami informasi iklim cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,” kata Taruna.

Dengan adanya informasi yang bisa dipahami, diharapkan nelayan mampu mengantisipasi cuaca ekstrim dan tepat dalam menentukan waktu melaut dengan baik.

“Informasi yang dikeluarkan oleh BMKG semestinya bisa dipahami oleh seluruh sektor, termasuk perikanan, kelautan. Baik untuk mengantisipasi cuaca ekstrim maupun mendorong potensi perikanan di wilayah Indonesia,” tambahnya.

SLCN diikuti oleh 4 orang penyuluh dari Dinas Perikanan, 2 orang penyuluh Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) dan 19 orang anggota kelompok nelayan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 13 hingga 15 Oktober 2020.

Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman dalam keterangannya sangat mendukung kegiatan ini karena bisa memberikan pengetahuan khususnya bagi penyuluh dan nelayan.

“Pemerintah daerah sebagai penerima manfaat dari kegiatan yang sangat luar biasa ini. Tentunya akan memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi penyuluh dan nelayan,” kata Wabip.

Kepada nelayan Wabup berpesan untuk bisa menyesuaikan dengan alam. “Jadilah nelayan yang menyesuaikan alam, jangan alam yang menyesuaikan keinginan nelayan. Jika mampu menyesuaikan dengan alam niscaya akan selamat dan hasilnyapun berlimpah,” tambah Wabup.