Tanoto Foundation akan Luncurkan Berbagai Inisiatif Baru di Cilacap

0
102
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, memberikan tanggapan dalam diskusi pendidikan dengan program PINTAR Tanoto Foundation secara daring.
image_pdfimage_print

CILACAP – Tahun 2021 Tanoto Foundation akan melakukan berbagai inovasi dalam peningkatan kualitas pendidikan. Beberapa inovasi yang merupakan inisiatif baru adalah pengarus utamaan SDG (Sustainable Development Goal) dalam perencanaan daerah, penggunakan LMS (learning management system) dalam pelatihan guru dan kepala sekolah, dan program parenting untuk mendukung pembelajaran anak di rumah (PJJ).

Hal tersebut disampaikan oleh Governance and Relation program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation Jakarta, Wahyu Agung Kuncoro dalam diskusi pendidikan dengan Wakil Bupati Cilacap secara daring, Rabu pagi (30/3).

“Akan ada program pelatihan peningkatan kapasitas untuk aparatur negara dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yakni meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten mitra Tanoto Foundation, LMS (learning management system) dan program parenting di tahun 2021. Program tersebut menguatkan program pendampingan yang telah ada selama ini,” ungkap Wahyu mewakili Tanoto Foundation.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, menyampaikan bahwa inisitatif baru Tanoto Foundation tersebut selaras dan searah dengan pilar pertama kebijakan Kabupaten Cilacap “Bangga Mbangun Desa”. Pendidikan dijadikan pondasi awal dalam upaya membangun Cilacap menjadi lebih baik.

“Kami, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap sangat merasakan manfaat dari program PINTAR. Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Budi Santosa kehadiran Tanoto Foundation sangat membantu guru-guru dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dan mengaktifkan kemandirian siswa belajar dalam masa pandemi ini,” ungkapnya.

Namun di samping itu, Wakil Bupati melihat banyaknya dinamika permasalahan dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Diantaranya adalah, siswa tidak memiliki gawai dan kuota, jaringan di beberapa wilayah yang sangat buruk, serta orang tua tidak dapat mendampingi siswa belajar atau bahkan justru orang tua yang mengerjakan tugas-tugas siswa.

Peserta diskusi dari unsur Setda, Bappeda, Dinas Pendidikan, dan Perwakilan Tanoto Foundation.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation Nurkolis, akan menindaklanjutinya dalam bentuk dukungan inovasi yang adaptif. Seperti optimalisasi pelatihan berbasis LMS untuk tenaga pendidik mengenai cara mengembangkan pembelajaran aktif di kelas menggunakan alat-alat digital. Serta Program Parent Engagement, yakni pelatihan yang ditujukan untuk orang tua dalam mendampingi anak belajar.

Usai mendengar laporan perkembangan dari Koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation, Wakil Bupati menekankan agar kerja sama antara Pemkab Cilacap dengan Tanoto Foundation harus dilanjutkan.

“Cilacap sebagai kabupaten terluas dan jumlah penduduknya terbanyak kedua di Jawa Tengah, serta banyaknya jumlah SD dan SMP di Cilacap, kami merasa harus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan “Bangga Mbangun Desa”. Bupati berpesan, Program PINTAR harus dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi pendidikan di Cilacap,” kata Wabup menyampaikan pesan Bupati.

Wakil Bupati berharap wilayah dampingan Program PINTAR diperluas, tidak hanya Kecamatan Jeruklegi dan Kesugihan. Serta perlu dilakukan pilot project di wilayah-wilayah baru agar nantinya dapat menjadi contoh dan dapat diterapkan di wilayah lain. Selain itu, Wabup juga berharap program teladan/beasiswa dari Tanoto Foundation bisa menyasar warga Cilacap.

“Untuk mengukur sebuah daerah maju dapat melihat indeks daya saing dan banyaknya lulusan sarjana. Oleh sebab itu, harapan kami Program Teladan hadir di Cilacap untuk memberikan beasiswa kepada siswa-siswa atau mahasiswa yang berprestasi di Cilacap,” harapnya.