Tinjau Titik Banjir di Kroya, Bupati Apresiasi Antusiasme Warga Bantu Korban Terdampak

0
365
Dengan menggunakan perahu, Bupati dan rombongan melakukan peninjauan ke tempat pengungsian di tanggul kali Tipar.
image_pdfimage_print

CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan Komandan Kodim 0703 Letkol (Inf.) Wahyo Yuniartoto pada Rabu (28/10) meninjau titik-titik banjir di wilayah Kecamatan Kroya. Turut hadir pada peninjauan tersebut Ketua TP PKK Hj. Teti Rohatiningsih, Kepala BPBD Tri Komara Sidhy Wijayanto, Camat Kroya Luhur Satrio Muchsin, sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap, jajaran TNI-Polri dan para kepala desa terdampak banjir.

Peninjauan diawali dengan kunjungan ke dapur umum desa Mujur yang berlokasi di gedung olahraga sebelah balai desa. Bupati dan rombongan melihat secara langsung proses logistik dan pendistribusian bantuan kepada warga terdampak banjir. Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau tempat pengungsian di MI Muhammadiyah desa Gentasari. Di tempat ini menampung 100 penduduk desa Gentasari yang berasal dari dusun Karag.

Dengan menggunakan perahu, Bupati dan rombongan melanjutkan peninjauan ke tempat pengungsian di tanggul kali Tipar. Sebanyak 231 penduduk mengungsi dengan mendirikan tenda darurat di tempat tersebut.

Bupati serahkan bantuan dan masker kepada pengungsi di tanggul kali Tipar.

Akibat curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai, sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kroya terendam banjir, diantaranya desa Gentasari, Mujur, Mujur Lor, dan Kedawung. Ketinggian air mencapai 30 hingga 80 cm. Ratusan warga mengungsi akibat air yang menggenangi wilayah pemukiman penduduk.

Dari data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, tercatat 331 penduduk desa Gentasari mengungsi di dua tempat yakni MI Muhammadiyah dan tanggul kali Tipar. Di dusun Rawaseser desa Mujur Lor terdapat 133 KK (200 jiwa) yang terdampak, sedangkan dusun Pecangakan 555 KK (1.763 jiwa) yang terdampak banjir. Pengungsi di desa Mujur Lor mencapai 165 jiwa.

Untuk warga terdampak banjir di desa Mujur sebanyak 695 KK dan desa Kedawung 23 KK, namun tidak ada pengungsi di dua desa tersebut. Pemerintah desa setempat dengan dibantu BPBD telah mendirikan fasilitas dapur umum dan tempat pengungsian. Sejumlah perahu karet juga disiagakan untuk mengevakuasi penduduk.

Komandan Kodim 0703 Letkol (Inf.) Wahyo Yuniartoto menyapa pengungsi banjir di tenda darurat.

Dalam pernyataannya, Bupati Cilacap mengingatkan bahwa Kabupaten Cilacap adalah wilayah yang mempunyai potensi bencana yang lengkap, diantaranya banjir. “Cilacap itu seperti mall atau supermarketnya bencana. Bencana apa saja ada disini dan tidak mengenal waktu. Kita tidak libur dan turun ke pengungsian untuk melihat secara langsung,” kata Bupati.

Melihat antusiasme warga dalam membantu warga terdampak banjir, Bupati sangat mengapresiasi dan melihat hal tersebut sangat luar biasa. “Saya lihat tadi beberapa pedagang pasar membawa sayur sayuran (untuk dimasak didapur umum). Tenaganya dari ibu-ibu PKK dan warga yang peduli untuk membantu, antusiasnya sangat luar biasa,” tambah Bupati.

Dalam penanganan bencana banjir ini Bupati juga mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. “Saya minta kepada warga, ini kan lagi pandemi covid, kita harus jaga jarak, tetap harus pakai masker, cuci tangan. Jangan sampai dampak bencana banjir meluas ke dampak bencana covid,” tegas Bupati.

Ketua TP PKK KabupatenCilacap Hj. Teti Rohatiningsih menyerahkan bantuan untuk dapur umum di tempat pengungsian MI Muhammadiyah Gentasari.
Bupati meninjau pagar Perguruan Muhammadiyah Kroya yang longsor akibat tingginya curah hujan.