8 Februari 2023

Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Pj. Bupati Cilacap Yunita D. Suminar.

CILACAP – Pj. Bupati Cilacap Yunita D. Suminar menyerahkan bantuan atensi berupa 17 tongkat penuntun adaptif kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) penyandang disabilitas sensorik netra yang bernaung dibawah Persatuan Tuna Netra (Pertuni) Kabupaten Cilacap. Tongkat adapatif adalah alat bantu yang dirancang sedemikian rupa untuk penyandang disabilitas sensorik netra yang dilengkapi dengan beberapa sensor untuk memudahkan penggunanya, diantaranya pendeteksi adanya air, api atau potensi bahaya.

Penyerahan dilaksanakan di Sekretariat dan Klinik Pijat Mitra Karya Pertuni Cabang Kabupaten Cilacap pada Rabu (4/1/2023). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial Arida Puji Hastuti, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Paiman, dan Camat Cilacap Selatan Basuki Priyo Nugroho.

Dengan adanya bantuan tongkat adaptif ini diharapkan akan membantu dan mempermudah mobilitas para penyandang penyandang disabilitas sensorik netra. “Sebetulnya ini alat bantu saja, selama ini merekapun sensitif dan tahu mana yang aman dan tidak aman. Tapi kita tahu bahwa mereka terbatas gerakannya. Merekapun ingin hidup normal, berkegiatan ekonomi, untuk itu hari ini diberikan tongkat adaptif supaya mereka lebih luas jangkauannya,” kata Pj. Bupati usai menyerahkan tongkat adaptif.

Dengan beragam sensor, tongkat ini sangat membantu dalam mengarahkan dan memberi peringatan seandainya ada sesuatu yang menimbulkan potensi bahaya. Berbagai hambatan pun bisa diminimalisir sehingga penyandang disabilitas sensorik netra bisa lebih mandiri dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Dalam hal kegawatdaruratan alat ini sangat membantu dengan adanya suara yang dihasilkan dari tongkat adaptif. Alat ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk bagaimana mereka hidup normal seperti kita,” tambah Pj. Bupati.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap Arida Puji Hastuti, belum semua penderita tuna netra di Kabupaten Cilacap mendapatkan bantuan. Pihaknya berupaya agar semua mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial.

“Jumlah penyandang tuna netra di Kabupaten Cilacap sebanyak 350 orang. Sementara anggota Pertuni itu 83 orang. Mudah-mudahan semuanya bisa kita bantu, kita usulkan ke Kementerian Sosial,” kata Arida.

Pertuni telah diasesmen oleh Kementerian Sosial yang nantinya akan menjadi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). LKS adalah organisasi sosial atau perkumpulan sosial yang melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

Turut diserahkan pula bantuan sembako dan selimut.
Penyerahan tongkat penuntun adaptif.