9 Februari 2023

Launching dilaksanakan di balai Desa Citepus Kecamatan Jeruklegi.

CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap kini gencar dalam penanganan masalah stunting. Beberapa intervensi dilakukan, diantaranya kepada ibu hamil dengan masalah Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dengan resiko stunting. Balita resiko stunting bisa terlihat dari berat badan yang kurang ideal dan perkembangan kognitif yang kurang baik.

Pada saat dilaksanakan penimbangan serentak di 269 desa dan 15 kelurahan di Kabupaten Cilacap dalam rentang waktu 2 sampai 7 Januari 2023, ditemukan 4.494 balita dengan resiko stunting, sedangkan kasus ibu hamil KEK mencapai 2.300 lebih. Untuk itu Pemkab melakukan program PMT dan pemberian susu ibu hamil.

“Maka intervensi untuk ibu hamil yang kekurangan energi kronik diberi susu ibu hamil. Karena biasanya kalau untuk beli makan oke. Tapi untuk beli susu, pada susah,” kata Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar saat launching PMT bagi bayi berpotensi stunting dan ibu hamil KEK di Desa Citepus Kecamatan Jeruklegi pada Senin (16/1/2023).

PMT diberikan satu hari sekali selama 3 bulan dan ibu hamil KEK diberikan susu dalam 1 bulan sebanyak 5 dus ukuran 200 gr selama 6 bulan. Kegiatan ini melibatkan PKK di desa dan kelurahan dengan menggunakan dana desa. Semua OPD juga akan memonitor dan memastikan kegiatan ini berjalan dengan baik.

“Hari ini seluruh kepala OPD turun ke 24 kecamatan untuk memastikan kegiatan ini berjalan dengan benar. Kita tidak bicara launching-launching saja tetapi harus betul-betul diimplementasikan selama 3 bulan kedepan untuk balita, dan 6 bulan kedepan untuk ibu hamil KEK,” tambah Pj. Bupati.

Selain PMT dan susu ibu hamil, diberikan juga tablet tambah darah untuk pengantin remaja, agar permasalahan kesehatan pada remaja, terutama anemia atau kekurangan darah bisa diatasi. Pemkab Cilacap juga memberikan bantuan berupa beras fortifikasi yang diperkaya zat gizi mikro, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi balita dan ibu hamil.