BMKG Launching EWS Radio Broadcaster dan Aplikasi Sirine Tsunami SIRITA

0
52
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman dalam acara launching Early Warning System (EWS) berbasis Radio Broadcaster dan Aplikasi Sirine Tsunami SIRITA berbasis Telepon Selular Android
image_pdfimage_print

CILACAP – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan Early Warning System (EWS) berbasis Radio Broadcaster dan Aplikasi Sirine Tsunami SIRITA berbasis Telepon Selular Android. Peluncuran dua sistem informasi tersebut dilakukan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap pada Senin (4/10).

Terkait pelaksanaan teknisnya, Kepala BMKG menjelaskan bahwa sistem peringatan dini tersebut telah dikoordinasikan dengan bagian hulu oleh BMKG. Bagian hulu yaitu mencakup bagian observasi, pengumpulan data, processing, analisis, prediksi, serta peringatan dini yang melibatkan BIG (Badan Informasi Geospasial), ada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan ada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

“Dari situ informasi yang sudah dihitung tadi oleh BMKG dikirimkan ke masyarakat tetapi tidak langung namun melalui Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam hal ini dari BPBD Pusdalops yang kemudian baru diteruskan ke masyarakat di desa – desa. Nah sistem ini untuk meneruskan dari Pusdalops ke masyarakat jika terjadi kendala seperti listrik mati dan jaringan terputus akibat besarnya gempa,” katanya.

Dipilihnya Cilacap sebagai tempat peluncuran sekaligus tempat untuk pertama kali mengaplikasikan Early Warning System (EWS) dan Aplikasi Sirine Tsunami SIRITA adalah dikarenakan Pusat Kota Cilacap sangat dekat dengan pantai sehingga perlu perhatian yang serius.

“Karena semua aset utama di Cilacap seperti Pertamina, Semen, PLTU, itu sangat berdekatan dengan pantai berbeda dengan di Kabupaten yang lain. Jika terjadi apa – apa dan lumpuh, nasional akan terpengaruh, ini yang harus diamankan. Makanya ini bareng – bareng mitigasi bencana,” jelasnya.

Kepala BMKG melakukan penyusuran jalur evakuasi didampingi oleh Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman beserta tim dari BMKG serta BPBD Kabupaten Cilacap

Sebelum melakukan peresmian, Kepala BMKG menyempatkan untuk melakukan penyusuran jalur evakuasi yang dimulai dari kampung nelayan di Kelurahan Tegalkamulyan menuju Jalan Gatot Soebroto Cilacap didampingi oleh Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman beserta tim dari BMKG serta BPBD Kabupaten Cilacap.

Susur jalur evakuasi dilakukan sebagai skenario dari simulasi mandiri saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Wakil Bupati berterimakasih terhadap kepedulian BMKG untuk Kabupaten Cilacap karena memang Cilacap sangat berpotensi akan terjadinya gempa Megathrust.

“Hal ini adalah sebagai edukasi masyarakat bagaimana alur evakuasi jika terjadinya gempa Megathrust sehingga nantinya dapat meminimalisir korban. Sekali lagi, kami bukan berharap akan terjadinya bencana seperti itu namun ini adalah bagian dari kesiapsiagaan masyarakat apabila terjadi gempa artinya kita memetakan skenario terburuk,” jelasnya.

Wakil Bupati juga menyadari bahwa alat peringatan dini di Cilacap banyak yang telah mengalami kerusakan karena termakan usia sehingga dengan adanya sistem yang berbasis teknologi ini nantinya dapat mempermudah diketahuinya peringatan dini jika terjadi bencana.

“Harapannya SIRITA ini sekali lagi mampu menggantikan secara perlahan EWS yang telah rusak dimakan waktu karena menurut data ada 11 titik yang EWS nya perlu dilakukan perawatan lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam acara peluncuran tersebut, dilakukan juga penyerahan berupa tas siaga bencana, katalog gempa bumi Jateng tahun 1821 – 2020 serta peta persebaran sumber tsunami di Wilayah Indonesia yang diserahkan oleh Kepala BMKG kepada Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf. (hen)

Penyerahan berupa tas siaga bencana, katalog gempa bumi Jateng tahun 1821 – 2020 serta peta persebaran sumber tsunami di Wilayah Indonesia yang diserahkan oleh Kepala BMKG kepada Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf