28 September 2022

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji pimpin Apel Bersama jajaran Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Eks Distrik Majenang meliputi Kecamatan Majenang, Karangpucung, Cimanggu, Wanareja, dan Dayeuhluhur.

CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji pimpin Apel Bersama jajaran Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Eks Distrik Majenang meliputi Kecamatan Majenang, Karangpucung, Cimanggu, Wanareja, dan Dayeuhluhur. Apel Bersama tersebut dilaksanakan di Alun-alun Kecamatan Majenang pada Selasa (09/08/22).

Turut hadir dalam Apel Bersama tersebut para Pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap, para Camat se-Eks Distrik Majenang, serta jajaran Forkopimcam Majenang. Sebelum pelaksanaan apel, Bupati Cilacap melakukan peninjauan pasukan apel dilanjutkan dengan pembagian bendera merah putih dalam Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2022 secara simbolis kepada 13 orang penerima.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan desa di Kabupaten Cilacap masih menghadapi berbagai masalah antara lain Dana Desa yang ada masih dikonsentrasikan pada penanganan pasca Pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat, kemudian Dana Desa 40% untuk BLT-DD bagi KPM (Keluarga Penerima Manfaat), 20% untuk Ketahanan Pangan, dan 8% untuk penanganan Pasca Pandemi Covid-19.

“Selanjutnya yaitu Alokasi Dana Desa di Tahun 2022 yang berjumlah Rp 132 Miliar lebih ternyata tidak cukup untuk Siltap Perangkat Desa dan  Operasional Lembaga Desa (BPD, RT–RW) dan juga masih rendahnya swadaya masyarakat karena perekonomian masyarakat belum pulih setelah terkena dampak dari Pandemi Covid-19,” jelasnya.

Bupati uga mengatakan bahwa Apel pagi hari ini harus ditangkap sebagai momentum yang sangat baik bagi para Kepala Desa beserta Perangkat Desa dalam memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat di Kabupaten Cilacap. Bupati juga menyampaikan kebijakan yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam meningkatkan kesejahteraan Para Kepala Desa beserta Perangkat Desa di Tahun 2023 yang akan datang.

“Penghasilan Tetap (Siltap) akan disalurkan setiap bulan, akan dianggarkan Siltap / Gaji ke 13, pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) maksimal besarannya 1 (satu) bulan Siltap, tunjangan Kesehatan, dengan mekanisme Intercept oleh BPPKAD maka BPJS Kesehatan akan berjalan lancar dan tidak ada istilah ON/OFF,” ucapnya.

Selain itu ada juga kebijakan dalam Mutasi Promosi Perangkat Desa, akan dilakukan Revisi terkait mekanisme mutasi dan promosi perangkat desa, kemudian tunjangan BPD akan ditingkatkan pada tahun 2023, dan yang terakhir yaitu terkait Honorarium RT-RW, akan tetapi masih terkendala karena aturan yang lebih tinggi tidak memperbolehkan, saat ini insentif untuk RT-RW berupa biaya operasional dan bukan berupa honorarium.

“Saya sungguh berharap ke depan Aparatur Pemerintah Desa harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tanpa komitmen ini, kita akan sulit mewujudkan kondisi Cilacap yang Semakin Sejahtera secara Merata,” ungkap Bupati. (hen)