Bupati Resmikan Aplikasi SATKAR TARU

0
221
Bupati Tatto Suwarto Pamuji beserta jajaran Forkopimda melakukan simbolis peresmian aplikasi SATKAR TARU dengan menekan tombol sirine bersama
image_pdfimage_print

CILACAP – Bupati Tatto Suwarto Pamuji resmikan aplikasi Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu (SATKAR TARU) di Kabupaten Cilacap pada Rabu (16/6) di Halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti dengan ditandai penenakan tombol sirine bersama dengan jajaran Forkopimda. Acara peresmian diawali dengan apel bersama sekaligus Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama Dan Perjanjian Kerjasama antara Bupati Cilacap dengan Para Pihak terkait Launching Aplikasi SATKAR TARU.

Penandatanganan dan Perjanjian Kerjasama dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, serta beberapa pihak perusahaan yaitu Bandar Udara Kelas III Tunggul Wulung Cilacap, PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Lomanis, PT. Pertamina (Persero) Fuel Terminal Maos, PT. Pertamina (Persero) Integrated Terminal Cilacap, PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk., PT. Pelindo III (Persero) Regional Jawa Tengah, PT. Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap dan PT. Indonesia Power PLTU ADIPALA OMU yang telah berkomitmen kuat dalam membantu Pemerintah Kabupaten Cilacap memberikan pelayanan masyarakat dalam urusan pemadam kebakaran.

 

Bupati Tatto Suwarto Pamuji menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama SATPOL PP dengan pihak perusahaan yang tergabung dalam SATKAR TARU

Dalam sambutannya, Bupati secara pribadi dan juga mewakili Jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap menyambut baik dengan adanya pemanfaatan tekhnologi terbaru untuk menunjang pemadaman kebakaran dan mengucapkan selamat atas peluncuran aplikasi SATKAR TARU.

“Besar harapan saya, keberadaan aplikasi ini akan meningkatkan layanan pelaksanaan pemadaman dan pengendalian kebakaran, melalui pemberdayaan sumber daya secara terpadu,” ucapnya.

Berdasarkan data yang diterima, angka kejadian kebakaran pada tahun 2018 sebanyak 110 kejadian dengan kerugian mencapai 25 milyar, tahun 2019 meningkat menjadi 123 kejadian dengan kerugian mencapai 6 milyar dan pada tahun 2020 menurun menjadi 64 kejadian dengan tingkat kerugian mencapai 3 milyar.

Terkait dengan Response Time atau Waktu Tanggap penanggulangan kebakaran di Kabupaten Cilacap yang merupakan indikator dalam Standar Pelayanan Minimal sub Urusan Kebakaran terbilang sangat baik. Data Response time tercatat pada tahun 2018 rata-rata 6,9 menit atau 9,1%, tahun 2019 rata-rata 8,3 menit atau 93% sedangkan pada tahun 2020 ratarata 6,2 menit atau 83%. Namun dengan tingginya tingkat response time tersebut, masih belum mampu menekan angka kerugian akibat bahaya kebakaran di Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut disebabkan empat faktor yaitu terbatasnya sarana dan prasarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran, minimnya tenaga SDM yang berbasis kompetensi teknis di bidang penanggulangan kebakaran, unit layanan pemadam kebakaran yang tersedia belum memadai dengan usia kendaraan yang relatif tua, serta belum optimalnya keterlibatan perusahaan pemilik unit layanan kebakaran yang diatur secara khusus dan memiliki kekuatan hukum tetap.

“Oleh karena itu besar harapan saya kepada dunia usaha, khususnya yang memiliki unit layanan pemadam kebakaran, agar ikut terlibat dan berkomitmen yang sama, bahwa urusan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama semua pihak,” terang Bupati.

Bupati Tatto Suwarto Pamuji beserta pihak perusahaan terkait SATKAR TARU melakukan foto bersama usai penyerahan piagam kerjasama

Kepala Satpol PP Yuliaman Sutrisno menjelaskan perihal teknis penggunaan aplikasi SATKAR TARU yang nantinya dapat diakses dengan handphone android dengan cara menginstal terlebih dahulu dan membuat akun agar nantinya dapat terlacak dengan mudah dan cepat.

“Nantinya ketika ada kebakaran, (pada aplikasi SATKAR TARU) panic button bisa dipencet nantinya yang tergabung dalam SATKAR TARU dapat melihat untuk segera mengirimkan tim. Nanti di wilayah administratif Kabupaten Cilacap, komandonya ada di Satpol PP dalam hal ini UPT DAMKAR. Namun jika itu ada di perusahaan, seperti contoh kejadian kemarin di PT. Pertamina maka komandonya ada di PT. Pertamina namun kita tetap bersiaga juga,” jelasnya.

Kasatpol PP juga mengatakan saat ini Kabupaten Cilacap baru memiliki 4 pos UPT DAMKAR yaitu di Majenang, Kroya, Sidareja dan Cilacap Kota. Padahal Wilayah Kebakaran Minimal harus mempunyai Standar Pelayanan Minimal setiap 7 km harus tersedia pos pemadaman.

“Maka dari itu kami menggaet perusahaan yang mempunyai kemampuan DAMKAR. Boleh dikatakan sekarang tanpa adanya Pemda yang membangun, di Adipala kita punya yang bisa digerakkan yaitu PLTU Bunton, mudah-mudahan nanti di Cilacap bagian barat ada perusahaan yang bisa kita gandeng sembari kita meremajakan kendaraan yang ada di pos,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menerbitkan Peraturan Bupati Cilacap Nomor 71 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembentukan Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu di Kabupaten Cilacap. Melalui peraturan Bupati Cilacap tersebut, diharapkan seluruh komponen yang menjadi bagian dari SATKAR TARU akan semakin bersinergi dan memiliki ruang lingkup yang semakin luas tidak hanya penanggulangan kebakaran. (hen)