Forkopimda Pantau Pelaksanaan “JATENG DI RUMAH SAJA”

0
113
Salah satu titik yang menjadi perhatian Forkopimda dalam pantauan kegiatan “Jateng di Rumah Saja” adalah wilayah perbatasan di Kecamatan Sampang.
image_pdfimage_print

CILACAP – Jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap pada Sabtu (6/2) melakukan pemantauan pelaksanaan gerakan “Jateng di Rumah Saja”. Beberapa tempat yang menjadi titik perhatian adalah destinasi wisata dan wilayah perbatasan.

Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji menjelaskan bahwa dalam gerakan “Jateng di Rumah Saja”, khususnya di Kabupaten Cilacap, tidak semua sektor kegiatan dihentikan. Beberapa masih diperbolehkan untuk beraktivitas, diantaranya kegiatan ekonomi pada sektor logistik dan kebutuhan masyarakat.

“Kita mencoba tanggal 6 dan 7, Sabtu dan Minggu nang umah bae. Kita berdiam diri di rumah. Tapi masalah-masalah lain, seperti kegiatan ekonomi tetap berjalan seperti biasa. Karena itu adalah kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dibendung. Jadi kebutuhan pekerjaan, nelayan dan lain-lain itu masih tetap berjalan. Tetapi yang tidak punya kepentingan, nang umah bae karo ndonga, kumpul keluarga,” kata Bupati usai memantau aktivitas di obyek wisata Teluk Penyu.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi menilai pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat di Kabupaten Cilacap berjalan dengan tertib dan dipatuhi oleh masyarakat. Beberapa titik yang sering menjadi tempat kerumunan masyarakat juga sudah dilakukan penutupan, kecuali untuk kegiatan ekonomi.

“Di wilayah Cilacap dari hasil pemantauan, masyarakat cukup tertib untuk mengikuti kegiatan pembatasan mobilitas itu tadi. Ini akan berlangsung satu hari ini dan besok Minggu. Beberapa ruas jalan sudah kita laksanakan penutupan, antara lain di sekitar alun-alun dan tempat wisata Teluk Penyu. Ini akan kita laksanakan penutupan, hanya mobilitas terbatas untuk para nelayan yang akan melaksanakan kegiatan,” ujar Kapolres.

Usai dari Teluk Penyu, jajaran Forkopimda melanjutkan pemantauan pintu masuk wilayah di Kecamatan Sampang. Di pintu perbatasan Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas tersebut dilaksanakan operasi penyekatan oleh aparat gabungan dari unsur Pemkab, TNI dan Polri.

Menurut Dandim 0703 Cilacap Letkol Inf. Andi Afandi, kegiatan penyekatan perbatasan sudah dilakukan dengan persiapan yang baik, dengan tujuan menekan penyebaran covid-19.

“Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik dari perangkatnya, pengecekan maupun istrumen protokol kesehatan semua sudah dilaksanakan dengan baik. Harapannya adalah semoga kita tetap disiplin, masyarakat tidak terbebani. Artinya ini hanya membatasi saja dua hari, bagaimana bisa menekan penyebaran Covid-19,” jelas Dandim.