9 Februari 2023

Pengguntingan pita oleh Pj. Bupati Cilacap menandai peresian jembatan Cireuy Dusun Citulang Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu.

CILACAP – Warga dua desa di Kecamatan Cimanggu kini lega karena jembatan Cireuy penghubung Dusun Citulang di Desa Kutabima dan Dusun Cacaban di Desa Pesahangan telah dibangun kembali dan diresmikan. Jembatan diresmikan oleh Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar pada Kamis (12/1/2023).

Turut hadir pada peresmian jembatan tersebut Forkopimda, jajaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah – DIY Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, para Kepala OPD, Forkompimcam Cimanggu dan perangkat Desa Kutabima.

Jembatan Cireuy sebelumnya terkena dampak dari bencana tanah longsor yang terjadi pada 31 Maret 2022 lalu. Tanah longsor pada 17 titik di wilayah Dusun Citulang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga serta akses jalan desa terputus sehingga mengakibatkan warga masyarakat di daerah terdampak menjadi terisolir.

Dalam penanganannya, Pemerintah Kabupaten Cilacap memohon bantuan kepada Kementerian PUPR yang ditindaklanjuti dengan perbaikan infrastruktur terdampak bencana alam tanah longsor dan banjir di desa Kutabima. Adapun penanganan tersebut meliputi pembukaan akses jalan desa akibat 5 titik longsoran di dusun Citulang dengan panjang 101 meter dan pembangunan kembali jembatan Cireuy dengan bentang 20,2 meter.

Pj. Bupati mengapresiasi langkah Kementerian PUPR yang telah membuka akses dari dua desa yang terisolir akibat bencana tanah longsor. “Saya berterimakasih kepada Kementerian PUPR karena telah membantu pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa yang terisolir. Jembatannya bagus dan sudah bisa digunakan, harapannya jangan sampai putus lagi,” kata Pj. Bupati dalam sambutannya.

Selain itu, Pj. Bupati berharap agar warga ikut merawat dengan baik jembatan beserta sungainya supaya selalu terjaga fungsi dan manfaatnya. “Saya berpesan kepada warga masyarakat, selain dari PUPR dan BBWS yang telah membangun secara fisik, masyarakat juga harus menjaganya. Jangan membuang sampah di sungai. Ini sebagai salah satu cara agar sungai dapat dimanfaatkan dengan baik.

Secara geografis, geologis, demografi maupun hidrologis wilayah Kabupaten Cilacap sangat rentan dan rawan terhadap bencana. Untuk itu seluruh komponen masyarakat agar terus meningkatkan pemahaman terkait penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana, sehingga bisa menjadi masyarakat yang tanggap dan tangguh menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja.

Sebagai upaya mengurangi resiko apabila terjadi bencana, kini telah dipasang Early Warning System (EWS) tanah longsor di Desa Kutabima oleh tim teknis BPBD Kabupaten Cilacap. Pada alat tersebut juga telah dilakukan uji sirine EWS gerakan tanah, sehingga apabila EWS berbunyi maka masyarakat dapat segera melakukan evakuasi mandiri.