13 Agustus 2022

Sekda Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri menyaksikan berbagai keris yang dipamerkan.

CILACAP – Untuk mengenalkan potensi budaya sekaligus kemajuan kebudayaan sesuai nilai estetika dan etika, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Jelajah Budaya dan Pameran Kepurbakalaan. Salah satunya adalah pameran tosan aji yaitu keris. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Awaluddin Muuri di pendopo Wijayakusuma Cakti Cilacap pada Sabtu (6/8/2022).

Acara dihadiri oleh perwakilan OPD, Kepala Prodi Senjata Tradisional Keris Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Bening Tri Suwasono, Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Cilacap Basuki Raharjo, dan paguyuban tosan aji.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Sukarno Sugiharto menyampaikan bahwa acara digelar dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan tradisional dan mengajak para siswa mengenal kebudayaan Kabupaten Cilacap.

“Melestarikan kebudayaan tradisional khususnya keris yang memiliki nilai seni, teknologi dan pengetahuan tradisional serta nilai-nilai budaya luhur lainnya. Selain itu juga mengajak para siswa didik untuk kembali mengenal warisan budaya yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Sukarno.

Bening Tri Suwasono dalam sambutannya mengapresiasi langkah Pemkab Cilacap karena visi yang sama dalam pemajuan kebudayaan. “Kami menyambut positif kegiatan semacam ini, karena mempunyai visi yang sama dengan Pemkab Cilacap. Kami mempunyai tanggungjawab yang sama dalam pengembangan pemajuan kebudayaan khususnya tosan aji. Dalam hal ini adalah senjata tradisional keris,” kata Bening.

Bupati Cilacap dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda menyampaikan bahwa keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia.

“Dalam rangka memajukan kebudayaan nasional Indonesia, diperlukan langkah strategis berupa upaya pemajuan kebudayaan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa di Indonesia terdapat banyak objek budaya, namun belum sepenuhnya disadari bahwa itu adalah bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, sebagai contoh keris.

“Keris Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai karya agung budaya dunia sejak 25 November 2005, yang kemudian terenskripsi dalam Representative List of Humanity UNESCO pada tahun 2009. Penilaian UNESCO tersebut didasarkan pada aspek non bendawi yang melingkupi sebilah keris, meliputi aspek sejarah, tradisi, seni, falsafah, simbolisme dan mistik. Aspek-aspek inilah yang menjadikan keris diakui sebagai warisan dunia tak benda dari Indonesia,” tambah Bupati.

Untuk itu, melalui gelaran ini Pemkab Cilacap mengajak para pemuda dan masyarakat umum untuk berkontribusi di daerah dan belajar kebudayaan secara langsung dengan menjelajahi kebudayaan daerah Cilacap.

Pada kesempatan tersebut turut diserahkan SK Tempat Peribadatan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat Kabupaten Cilacap kepada Ketua MLKI. Selain itu juga dilaksanakan secara simbolis prosesi jamasan pusaka Kabupaten Cilacap

Acara yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh siswa SMP, SMA/SMK se eks Kotip Cilacap, komunitas tosan aji, komunitas budaya, MLKI, dosen, serta mahasiswa ISI Surakarta. Nantinya peserta akan mengikuti semua kegiatan yakni mengunjungi pameran tosan aji, melihat secara langsung pembuatan keris. Selain itu peserta juga akan mengunjungi obyek cagar budaya yaitu banteng pendem, kerkhoff, bekas rumah dinas asisten residen Banyumas, dan makam daun lumbung.

Penyerahan bahan pembuat keris dari Kepala Prodi Senjata Tradisional Keris Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Bening Tri Suwasono kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri.
Sekda dan tamu undangan menyaksikan proses pembuatan keris.