8 Februari 2023

Didampingi Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Murniyati, Menteri LHK Siti Nurbaya melihat fasilitas TPST RDF di Jeruklegi.

CILACAP – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya dan jajarannya mengunjungi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Refused Derived Fuel (RDF) di Desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi pada Minggu (8/1/2023). Kunjungannya untuk melihat secara langsung proses pengolahan sampah menjadi produk RDF dan juga berbagai persoalan yang ada didalamnya, karena kedepan RDF akan dikembangkan dan direplikasi tempat lain.

Dengan didampingi Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Murniyati, dan jajaran PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) rombongan menteri melihat secara langsung proses pengolahan hingga pencacahan sampah sampai menjadi produk RDF.

Menurut Pj. Bupati, produk RDF dari Jeruklegi ini dimanfaatkan oleh PT SBI Cilacap. Tentunya ini menjadi peluang dalam menambah pendapatan daerah selain solusi penanganan sampah di Kabupaten Cilacap. “SBI membelinya dengan harga Rp 300 ribu per ton. Ini tentunya menjadi peluang, tetapi utamanya bagaimana sampah ini menjadi ramah lingkungan,” kata Pj. Bupati. Dengan luas wilayah Kabupaten Cilacap, idealnya ada lebih dari satu TPST. Untuk itu ada beberapa kecamatan yang berpotensi untuk dibangun TSPT serupa, yaitu kecamatan Wanareja dan Sidareja.

Awalnya TPST dirancang untuk mengolah sampah 120 ton perhari, dalam perkembangannya kini mampu mengolah sampah 150 ton perhari. Tentunya ini membutuhkan sarana pendukung untuk mengoptimalkan kapasitas pengolahnnya, diantaranya adalah kebutuhan loader yang kini hanya dua unit saja. “Minimal ditambah dua lagi, supaya kecepatan didalam mengambil, menaruh dan mengambil lagi prosesnya akan lebih cepat. Karena mereka bekerja 16 jam perhari,” tambah Pj. Bupati. Selain loader, pisau pencacah yang mulai aus juga menjadi kendala peningkatan kapasitas olah RDF.

Menteri Siti Nurbaya menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian Presiden, sehingga keberadaan TPST akan sangat membantu dalam menyelesaikan persoalan sampah. “Pak Presiden minta persoalan sampah diberesin, sehingga kita mempelajari semua fasilitas yang dikembangkan oleh pemerintah daerah yang bekerjasama dengan swasta termasuk di Cilacap,” kata Menteri Siti.

Terkait dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan dengan adanya TPST, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap telah menempuh prosedur upaya mengurangi bau yang ditimbulkan. “Bau terjadi pada saat terpal dibuka dan dipindahkan. Saat ini kami menggunakan upaya biologis dengan menanam tanaman yang wangi. Tahun ini kami juga menambahkan exhaust fan di atap,” kata Sri Murniyati.