28 September 2022

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar didampingi Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meresmikan Eco Smart Green House sebagai Nursery Tanaman Hidroponik di Kelurahan Tegalreja dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Cilacap.

CILACAP – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar meresmikan Eco Smart Green House sebagai Nursery Tanaman Hidroponik di Kelurahan Tegalreja dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Cilacap. Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji turut mendampingi Menteri LHK dalam kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Jumat (23/09/22) tersebut.

Peresmian Eco Smart Green House ditandai secara simbolis dengan menekan tombol secara bersama oleh Menteri LHK didampingi Bupati Cilacap beserta Direktur Operasi PT KPI Didik Bahagia. Kemudian dilanjutkan penandatanganan Batu Prasasti Eco Smart Green House oleh Menteri LHK dan Panen Tanaman Hidroponik bersama.

Dalam sambutannya, Menteri LHK menyambut baik adanya Eco Smart Green House dan berterimakasih dengan adanya persemaian hidroponik yang sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar khususnya di Kelurahan Tegalreja. Dikatakan bahwa yang tadinya masyarakat cukup konsumtif dengan pembelian bibit sebanyak kira-kira 1,2 juta per unit, saat ini telah berubah menjadi produktif karena petani telah mampu memenuhi kebutuhan bibit.

“Setelah adanya program ini, kelompok petani penggiat tanaman hidroponik memperoleh peningkatan pendapatan sebesar Rp 500.000 dan hal ini sungguh sangat-sangat positif. Ini menurut saya sangat penting apalagi ini sudah sangat siap panen, sehingga sepertinya ini perlu ditiru di tempat lain,” ucapnya.

Peresmian Eco Smart Green House sebagai Nursery Tanaman Hydroponik di Kelurahan Tegalreja yang dilakukan pada hari ini juga termasuk ke dalam Pembinaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kabupaten Cilacap. “Kemudian atas kepemimpinan Bapak Bupati dan juga dengan dukungan Pertamina, Cilacap akan menjadi pahlawan Program Kampung Iklim secara nasional,” kata Menteri LHK.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri LHK juga menyerahkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebesar Rp 150.000.000 untuk Kampung Berkualitas Guyub, Aman, Damai, Indah, Sejahtera (GADIS) yang menjadi salah satu Kampung KB yang mewakili Karakter Wilayah Perkotaan.

Selain itu, Menteri LHK juga berkesempatan untuk meninjau Bank Sampah Beo Asri yang melakukan gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) agar masyarakat melakukan pemilahan sampah layak jual. Kemudian selanjutnya sampah tersebut ditabung dalam bank sampah dan dikelola di TPST Beo Timur yang telah disepakati warga dengan penjadwalan dan pengangkutan sampah sebelum dibuang ke TPA / RDF Tritih Lor Cilacap.

Bupati Cilacap dalam sambutannya mengatakan bahwa di Kelurahan Tegalreja khususnya lingkungan sekitar bantaran rel kereta api yang dulu dikenal warganya individualis, kumuh, rawan keamanan, dan tempat berkumpulnya remaja mabuk-mabukan, tawuran, hingga perjudian, kini menjadi lingkungan yang tertata rapi, indah serta guyub.

“Yang melatarbelakangi ini adalah Saya mengajak Pertamina bahwa hidup sehat bukan hanya dengan polanya saja tetapi juga lingkungannya yang harus dirubah, ditata dan dibenahi. Ditata juga bukan hanya agar menjadi indah saja, tetapi bisa menghasilkan salah satunya dengan hidroponik ini,” terangnya.

Menteri LHK didampingi Bupati Cilacap juga diperkenalkan beberapa produk yang berasal dari Eco Print diantaranya kain batik, goodie bag, topi, syal, baju dan produk fashion lain. Selain itu, disediakan juga makanan serta minuman olahan dan juga sayuran segar hasil hidroponik untuk dicicipi oleh Menteri LHK. (hen)