Peringatan Nuzulul Qur’an, Raih Keutamaan Al-Qur’an Menuju Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

0
63
Bupati Tatto Suwarto Pamuji memberikan sambutan dalam acara Peringatan Nuzulul Qur'an
image_pdfimage_print

CILACAP – Peringatan Nuzulul Qur’an Tahun 1442 H/2021 M tingkat Kabupaten Cilacap telah dilaksanakan di Pendopo Wijayakusuma Sakti pada hari Rabu (28/5). Dengan mengusung tema Meraih Keutamaan Al-Qur’an Menuju Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, acara berjalan khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf, para Pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap serta anggota Forkopimda Cilacap. Dalam acara tersebut, dihadirkan Ustadz Mintaraga Eman Surya sebagai Imam sholat isya’ dan tarawih sekaligus sebagai penceramah.

Acara diawali dengan sholat isya’ dan tarawih berjamaah kemudian dilanjutkan dengan acara Penyerahan Dana Hibah dari Pemkab Cilacap kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cilacap (PCNU Cilacap) sebesar 8 Milyar, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap sebesar 7,5 Milyar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap sebesar 100 juta, Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Cilacap sebesar 50 juta, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cilacap sebesar 100 juta. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji kepada masing-masing Pimpinan organisasi islam tersebut.

Bupati Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya mengajak untuk senantiasa bersyukur kepada Allah karena masih diberi waktu dan kesempatan untuk berpuasa Ramadhan tahun ini serta melaksanakan sholat isya’ dan tarawih berjamaah pada malam Nuzulul Qur’an Tahun 1442 H/2021 M.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah agar umat muslim lebih mencintai Al-Qur’an, membaca dan memahaminya serta mengamalkan dalam kehidupan sehari – hari. Untuk belajar Al-Qur’an dengan lebih baik, Bupati terus berpesan agar tidak sembarangan dalam memilih guru yang dapat membimbing dalam membaca Al-Qur’an dan tafsirnya.

“Jaman dahulu, membaca Al-Qur’an dipahami betul tafsirnya dan memang diarahkan oleh gurunya atau kyai nya sehingga banyak yang menjadi orang sukses dari membaca Al-Qur’an. Sekarang tafsir Al-Qur’an dengan berguru di google atau whatsapp jadi memang berbeda,” terangnya.

Ustadz Mintaraga Eman Surya dalam ceramahnya menyampaikan bahwa generasi masa kini lebih cenderung hapal dan gemar mendengarkan musik jaman sekarang daripada membaca dan mendengarkan Al-Quran.

“Maka bagaimana bisa menuju Islam yang rahmatan Lil ‘alamin jika kita sendiri meninggalkan Al-Qur’an ? Maka kembalilah kepada Al-Qur’an dipahami betul dengan baik, direnungi dipelajari insyaAllah kita akan semakin jaya. Dan insyaAllah tidak akan malu mengatakan Isyhadu bi Anna Muslimun, saksikanlah wahai dunia bahwa kami orang Islam. Sehingga nantinya dunia akan lebih damai dan rukun, insyaAllah menjadi Islam yang rahmatan Lil ‘alamin,” jelasnya. (hen)