Pertanian Cilacap Maju, Kepala BPPSDMP Kementan RI : Cilacap Keren, Sudah Terbukti

0
243
Kepala BPPSDMP Kementan RI Dedi Nursyamsi bersama dengan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengikuti acara Talk show Kostratani Ngobrol Asyik On The Spot di Desa Madura, Kecamatan Wanareja pada Rabu (1/9)
image_pdfimage_print

CILACAP – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi akui bahwa Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji memiliki perhatian luar biasa terhadap petani milenial di Cilacap. Sehingga Pertanian di Cilacap dapat maju dan berkembang dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan RI bersama dengan Bupati Cilacap usai mengikuti acara Talk show Kostratani Ngobrol Asyik On The Spot di Desa Madura, Kecamatan Wanareja pada Rabu (1/9). Dalam acara tersebut dihadirkan pula narasumber dari petani milenial yaitu Founder Sekolah Tani Indonesia Fatoni Saputra.

Kepala BPPSDMP Kementan RI menyampaikan bahwa latar belakang dilakukannya acara Talk Show dan kunjungan di Cilacap adalah karena menurut data yang dimiliki, Cilacap memiliki potensi sumber daya lahan dan sumber daya petani milenial yang luar biasa.

“Saya yakin disemua tempat, kalau Bupatinya konsen terhadap pertaniannya pasti pertaniannya maju. Cilacap pertaniannya luar biasa maju, potensi tingkat nasional berada di papan atas. Ternyata memang terbukti, Bupatinya support sekali terhadap kaum petani termasuk petani milenial di Cilacap,” jelasnya.

Selain itu, Kepala BPPSDMP Kementan RI mengatakan bahwa selain potensi lahan dan potensi SDM petaninya, potensi lain yaitu support dari Pemerintah Daerah setempat juga sangat diperhatikan.

“Karena justru support dari Pemerintah Daerah yang lebih penting daripada support dari Pemerintah Pusat. Cilacap keren, sudah terbukti lah itu,” jelasnya.

Perbaikan BPP juga dilakukan untuk mendongkrak kapasitas para penyuluh dan para petani. Saat ini sedang dilakukan pelatihan 1juta petani dan penyuluh, pelatihan 10.000 duta petani milenial dan duta petani andalan. Disaat yang sama juga dilakukan bimtek kepada petani milenial.

“Nah ini semua memanfaatkan kostratani, selain itu juga kita bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten. Kita bersama-sama bekerja untuk membangun kapasitas penyuluh dan petani, disaat yang sama juga include dalam program dari Kementan sehingga Program Kostratani diselaraskan dengan program Pemkab,” terangnya.

Bupati Cilacap turut mendukung pernyataan dari Kepala BPPSDMP Kementan RI bahwa pertanian di Indonesia harus terus dikembangkan dengan cara harus mempersiapkan cikal bakal petani muda sedari dini.

“Kalau Indonesia ingin mandiri, maju, tidak tergantung, merdeka dengan sesungguhnya maka yang harus dibangun adalah petani, anak-anak petani harus semangat bertani. Karena dalam masa pandemi semua sektor lumpuh, namun petani masih bisa hidup. Nah saya sedang mempersiapkan tawaran dari Kementan yaitu untuk mempersiapkan anak-anak muda di Cilacap yang mau sekolah bertani. Cilacap tanahnya luas dan subur, jangan sampai ada sejengkal tanah yang tidak ditanami,” terangnya.

Sebelum dimulainya acara talk show, Bupati Cilacap mengajak Kepala BPPSDMP Kementan RI untuk melihat dan sekaligus mencicipi hasil pertanian dari Kabupaten Cilacap di stand yang telah dipersiapkan oleh para petani di Desa Madura, Kecamatan Wanareja. (hen)

Bupati Tatto Suwarto Pamuji mengajak Kepala BPPSDMP Kementan RI Dedi Nursyamsi untuk melihat dan sekaligus mencicipi hasil pertanian dari Kabupaten Cilacap di stand yang telah dipersiapkan oleh para petani di Desa Madura, Kecamatan Wanareja.