9 Februari 2023

Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar.

CILACAP – Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar tidak henti-hentinya mengingatkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Cilacap untuk selalu sesuai aturan dan perencanaan. Hal ini dimaksudkan agar kualitas pekerjaan atau bangunan yang didirikan bisa baik dan digunakan sesuai fungsinya. Selain itu ia juga menginginkan Cilacap harus baik supaya masyarakat juga mendapatkan akses pelayanan dengan baik dan nyaman. Ia mengingatkan untuk tidak ada praktek suap kepada OPD dan OPD juga harus memastikan tidak menerimanya.

Hal tersebut disampaikan Pj. Bupati usai membuka Musyawarah Cabang (MUSCAB) XII/2023 Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Cilacap di gedung GAPENSI pada Selasa (24/1/2023).

Dengan adanya praktek suap tentu akan menimbulkan biaya yang akan dibebankan kepada nilai pekerjaan yang otomatis akan mengurangi nilai pekerjaan. “Kalau kita bicara konstruksi, maka yang paling utama adalah bagaimana kualitas yang diinginkan dalam membangun, entah itu gedung atau jalan itu sifatnya fisik, artinya sangat kelihatan. Kalau kita mau sedikit saja belajar, teman-teman dari OPD maupun Gapensi saya ingatkan bahwa tidak ada biaya-biaya yang sifatnya adalah untuk menyogok,”kata Pj. Bupati

Ia juga menambahkan bahwa harus ada komitmen kuat antara OPD dan kontraktor agar pelaksanaan pekerjaan tidak tercoreng oleh praktek suap. “Kabupaten Cilacap sudah berkomitmen semuanya bahwa tidak ada dan tidak boleh melakukan hal-hal yang tadi saya sampaikan (praktek suap). Pengusaha tidak boleh mengiming-imingi, OPD juga harus memastikan tidak melakukan hal-hal itu. Karena begitu itu dilakukan maka otomatis akan ada biaya yang digunakan untuk itu tadi,” tambahnya.

Harapannya dengan tidak adanya praktek suap maka kualitas pekerjaan juga akan baik. Hal ini tentu saja harus melalui pengawasan yang ketat. Untuk itu pekerjaan yang baik dimulai dan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang baik pula.

“Ada kontraktor, pengawas, dan perencana. Dimulai dari perencanaan yang harus baik. Kualitas harus nomor 1 atau KW 1. Semua bahan materialnya harus bagus. Selain itu dari perencanaan kemudian pelaksanaan yang harus diawasi juga oleh konsultan pengawas dan kita sendiri. Kita juga harus pastikan mereka adalah orang-orang yang profesional,” pungkas Pj. Bupati.