29 November 2022

PMI Kabupaten Cilacap menyerahkan sejumlah bantuan untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur. Bantuan diserahkan kepada Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar dari Ketua PMI Farid Ma'ruf yang selanjutnya dilepas keberangkatannya.

CILACAP – Sebagi wujud kepedulian PMI Kabupaten Cilacap kepada para korban terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur provinsi Jawa Barat, telah diberangkatkan sejumlah bantuan. Bantuan tersebut dilepas oleh Pj. Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar di halaman pendopo Wijayakusuma Cakti pada Kamis (24/11/2022).

Turut hadir pada kegiatan tersebut jajaran Asisten Sekda, Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf dan pengurusnya. Pj. Bupati menyampaikan bahwa pemberian bantuan sebagai sebuah modal sosial. “Ketika ada satu daerah atau masyarakat yang membutuhkan pertolongan, maka ini adalah satu kepedulian dari PMI untuk membantu masyarakat Cianjur. Karena bencana itu memang tidak bisa diprediksi. Sehingga ini adalah satu bentuk modal sosial di Indonesia,” kata Yunita.

Modal sosial tersebut berwujud saling membantu, gotong royong, yang berlandaskan rasa kepedulian. Untuk itu ia menyatakan bahwa bantuan yang diberikan memang sangat dibutuhkan oleh para korban. “Di tempat bencana itu kita kirim kasur atau matras. Selain itu kerupuk tengiri khas Cilacap produk UMKM. Selain membantu UMKM kita juga mendorong untuk kepedulian,” katanya.

Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan senilai total Rp 20 juta yang berasal dari dompet peduli masyarakat Cilacap. “Bantuan yang diberikan yaitu uang tunai Rp 10 juta, 60 kasur, dan 34 bal kerupuk tengiri. Kalau dijumlah nilainya Rp 20 juta. Ini adalah hasil dompet peduli dari masyarakat Cilacap. Kita salurkan kepada mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa meringankan mereka yang terdampak bencana,” ujar Farid.

Seperti diketahui bahwa telah terjadi gempa bermagnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Gempa itu dirasakan di sejumlah provinsi di Jawa Barat, Banten, juga DKI Jakarta. Gempa susulan masih terjadi sehingga banyak warga masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejumlah warga tidak berani pulang ke rumah karena khawatir gempa susulan akan terjadi lagi.