Rakor Evaluasi PPKM Darurat, Bupati : Hukum Yang Tertinggi Adalah Keselamatan Manusia

0
44
Bupati Tatto Suwarto Pamuji bersama jajaran Forkopimda dalam Rakor Evaluasi PPKM Darurat pada Senin (12/7)
image_pdfimage_print

CILACAP – Bupati Tatto Suwarto Pamuji bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Darurat yang digelar di ruang Prasandha Komplek Pendopo Wijayakusuma Cakti pada Senin (12/7). Rakor Evaluasi dilakukan guna mensukseskan PPKM Darurat di wilayah Kabupaten Cilacap.

“PPKM Darurat tujuannya menyelamatkan saudara kita, menyelamatkan manusia. Hukum yang tertinggi adalah keselamatan manusia. Sehingga PPKM Darurat harus sukses, maka kita evaluasi. Kita evaluasi kerjanya mulai dari pusat hingga ke tingkat RT dan RW,” ucap Bupati usai acara Rakor Evaluasi PPKM Darurat.

Terkait dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19, membuat kapasitas tempat tidur di RSUD tidak tercukupi karena telah penuh terisi. Sehingga Bupati meminta kepada RS Swasta untuk dapat bekerjasama menyediakan tempat tidur bagi pasien Covid-19.

“Ini masalahnya darurat, kalau darurat apapun harus dilakukan. Sekarang dengan bertambahnya (angka) kematian, bertambahnya paparan Covid-19. Sebagai Ketua Satgas Covid-19, saya minta tolong kepada RS Swasta untuk membantu. Jika tidak mau membantu ada sanksinya, karena kita sedang darurat,” terangnya.

Sekretaris Daerah Farid Ma’ruf menjelaskan perihal keluhan masyarakat tentang dibatasinya kegiatan jual beli di Cilacap semata bersifat sementara hingga tanggal 20 Juli, agar dapat terus menekan angka kerumunan. Hal tersebut karena jika pertokoan dan pusat perbelanjaan masyarakat terus ramai maka PPKM Darurat akan kembali gagal.

“Mengapa diadakan PPKM Darurat ? Karena yang sudah dilaksanakan gagal. Kita koreksi masing-masing. Kita bersama-sama. Bukan hanya pedagang, Kita (Pemerintah) juga susah. Tetapi jika kita saling menyadari bersama, prokes dilaksanakan maka insyaAllah Covid-19 segera membaik,” jelasnya.

Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi menyampaikan perihal penyekatan yang telah dilaksanakan di wilayah Kota Cilacap pada Sabtu dan Minggu (10-11/7) kemarin dikarenakan mobilitas masyarakat masih diatas 15%. Sehingga tidak hanya di wilayah Kota Cilacap, penyekatan akan di lakukan juga di 3 Kecamatan di Kabupaten Cilacap yang aktifitasnya tinggi.

“Kemarin sudah dilakukan penyekatan karena ada peningkatan aktifitas di wilayah Kota tersebut. Sehingga akan ditambah di wilayah yang aktifitasnya tinggi yaitu Majenang, Sidareja dan Kroya. Nanti akan dilakukan pembatasan pada saat akhir pekan selama 24 jam dan juga hari biasa di jam setelah kegiatan kantor yaitu jam 5 sore hingga jam 12 malam,” terangnya.

Dalam rakor evaluasi PPKM Darurat tersebut, dibahas beberapa poin seperti ketersediaan oksigen, ketersediaan tempat tidur, operasi yustisi, pembatasan kegiatan masyarakat dengan penyekatan di wilayah perbatasan dan perkotaan, vaksinasi, hingga perihal penambahan ruang isolasi untuk desa dan kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pramesti Griana Dewi mengatakan ketersediaan tempat tidur, dari jumlah total 494 tempat tidur di 11 rumah sakit rujukan, hingga kini sudah terisi sebanyak 421 untuk ruang isolasi. Sedangkan untuk ketersediaan tidur ICU dari total 26 kini sudah terisi 20. (hen)