13 Agustus 2022

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beserta Dandim 0703/Cilacap menandatangani Berita Acara Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 di Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur.

CILACAP – Kodim 0703/Cilacap menggelar Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 di Lapangan Gelora Karya Bakti, Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur secara perdana setelah dua tahun ditiadakan karena adanya pandemi Covid-19. Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Hadir dalam acara tersebut Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf. Andi Afandi beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap dan para Pejabat di Lingkungan Pemkab Cilacap. Wakil Bupati Cilacap dalam kesempatan tersebut juga melakukan peninjauan pasukan, menyematkan lencana serta menyerahkan peralatan secara simbolis kepada petugas. Kemudian dilakukan juga penandatanganan Berita Acara serta pemukulan gong dan kentongan sebagai simbolis dibukanya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 di Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang disampaikan oleh Wakil Bupati Cilacap disebutkan bahwa Program TMMD telah menjadi bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan. Dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran, mewujudkan daulat pangan dan energi, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, memberantas narkoba, memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme, tidak hanya mengandalkan peran Pemerintah Pusat, TNI/Polri, atau Pemerintah Daerah saja.

“Semua mesti kita lakukan secara keroyokan atau kerja bareng, dan semua mesti bersinergi serta berkolaborasi bersama rakyat untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi satu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendaya gunakan potensi serta menggatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan segala solusinya,” ucapnya.

Dijelaskan juga bahwa Program TMMD kali ini menggunakan sistem “Bottom Up Planning,” yaitu  proses perumusan pembangunan yang dilakukan secara berjenjang dari level desa hingga Kabupaten/Kota, yang memenuhi aspek kesejahteraan masyarakat dan bermanfaat untuk pertahanan negara. TMMD selama ini telah membantu Pemerintah Daerah dalam akselerasi pembangunan yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan fisik maupun  sasaran non fisik guna memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh terutama untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan  kualitas SDM di Jawa Tengah.

“TMMD ini telah mempercepat pembangunan desa terutama untuk daerah tertinggal, terpencil/terisolir, perbatasan, pulau-pulau kecil terdepan, kumuh perkotaan yang belum tersentuh oleh pembangunan dan daerah yang terkena dampak bencana alam. Hasil pekerjaan fisik dan non fisik TMMD tentunya telah banyak memberikan dampak positif bagi kemajuan Jawa Tengah,” jelasnya.

Dalam laporan kegiatan yang disampaikan oleh Pasiter Kodim 0703/Cilacap Kapten Inf. Saidin, beberapa sasaran kegiatan fisik dalam TMMD kali ini yaitu makadam jalan yaitu 1.715 x 3 meter, pembangunan talud volume 288,6 m, pembangunan gorong-gorong 7 unit, rehab MCK umum sebanyak 1 unit dan sasaran pendukung berupa RTLH sebanyak 3 unit dari APBD.

“Kemudian kegiatan non fisik yaitu pelayanan pengobatan gratis, pelatihan pengarsipan, pelayanan KB, perekaman KTP elektronik, pembuatan akte kelahiran gratis, penyuluhan tentang kebencanaan bela negara dan narkoba, pelatihan servis alat rumah tangga dan pengolahan industri kecil, serta sosialisasi Perda dan Trantib Humas,” terangnya. (hen)