13 Agustus 2022

Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Kabupaten Cilacap Tahun 2022 dibuka secara simbolis oleh Kepala BKMG Pusat Dwikorita Karnawati didampingi Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji serta Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti dengan melakukan pemukulan gong.

CILACAP – Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam, gempa bumi dan tsunami, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menghadiri acara Pembukaan Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) Kabupaten Cilacap Tahun 2022 di Fave Hotel Cilacap pada Rabu (27/07/22).

Kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) tersebut dibuka secara simbolis oleh Kepala BKMG Pusat Dwikorita Karnawati didampingi Bupati Cilacap serta Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti dengan melakukan pemukulan gong. Dilanjutkan penyematan tanda peserta yang dilakukan oleh Bupati Cilacap dan Kepala BKMG Pusat.

Ditemui usai acara pembukaan, Kepala BKMG Pusat mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara rawan gempa dan tsunami termasuk Kabupaten Cilacap yang menghadap langsung ke zona tumbukan lempeng antara Samudera Hindia dengan lempeng Eurasia.

“Tumbukan lempeng tersebut merupakan zona pusat gempa megathrust. Skenario terburuk apabila terjadi gempa di pusat gempa atau zona tumbukan tadi, maka kekuatannya skenario terburuk adalah 8,7 SR. Itu merupakan analisis pakar gempa bumi dan tsunami, dari situ kita melakukan mitigasi,” ucapnya.

Sehingga dengan adanya mitigasi atau upaya pencegahan, jika sewaktu-waktu terjadi gempa dan tsunami maka masyarakat sudah siap baik sarana prasarananya, ketrampilannya, jalur evakuasi, dan tempat-tempat amannya sudah disiapkan.

“Sehingga berdasarkan skenario terburuk tadi, kita dengan kesiapan yang ada, korban jiwanya tidak ada. Gempa dan tsunami tidak bisa dicegah tetapi korban jiwa bisa dicegah. Inilah yang menjadi tujuan dari Sekolah Lapang Gempa tadi,” jelasnya.

Anggota Komisi V DPR RI menyatakan dukungannya terkait program-program yang menunjang upaya pencegahan adanya korban dari gempa dan tsunami di Kabupaten Cilacap.

“Kami seluruh anggota Komisi V DPR RI mendukung agar anggaran bisa maksimal sehingga kebutuhan-kebutuhan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan baik itu sarana prasarana, penguatan SDM, dan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat serta relawan itu bisa maksimal dilaksanakan, sehingga bisa meminimalisir terjadinya efek dari gempa itu sendiri,” terangnya.

Bupati Cilacap berterimakasih kepada BMKG dengan diadakannya Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Kabupaten Cilacap. Dengan melakukan latihan kesiapsiagaan ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cilacap khususnya Kawasan Infrastruktur Kritis dan Pariwisata Cilacap dapat lebih siap ketika terjadi bencana gempa bumi dan tsunami.

“Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cilacap sungguh beruntung mendapat perhatian dari pemerintah pusat dalam hal ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang telah memberi bantuan sirine tsunami sebagai perangkat perintah evakuasi, serta menyelenggarakan Sekolah Lapang Geofisika, yang mana semuanya itu dalam rangka membangun kapasitas Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cilacap dalam membangun kesiapsiagaan atas bencana gempa bumi dan tsunami,” kata Bupati.

Kegiatan SLG tersebut dilaksanakan selama dua hari yaitu mulai tanggal 27 – 28 Juli 2022 dengan diikuti oleh total 60 peserta dari segala unsur masyarakat di Kabupaten Cilacap. Para peserta akan mendapatkan materi paparan pada hari pertama di Fave Hotel Cilacap dan dilanjutkan susur jalur tsunami di Desa Sidaurip Kecamatan Binangun pada hari kedua. (hen)